GROBOGAN – Pemkab Grobogan mulai membenahi sistem pengelolaan sampah dengan meremajakan armada pengangkut. Program tersebut dimulai pada APBD Perubahan 2026 sebelum diperluas melalui APBD 2027 dengan anggaran sekitar Rp 23 miliar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan, Heru Dwi Cahyono, mengatakan pembenahan diawali melalui APBD Perubahan 2026 dengan alokasi anggaran sekitar Rp 1,1 miliar.
Nominal tersebut untuk pengadaan satu unit mobil pikap Mitsubishi L300 sebagai pengganti becak sampah. Anggaran tersebut juga mencakup biaya pemeliharaan armada sebesar sekitar Rp 400 juta.
"Melalui APBD Perubahan 2026, kami mulai melakukan peremajaan armada. Salah satunya dengan pengadaan satu unit pikap L300 untuk menggantikan becak sampah agar proses pengangkutan lebih cepat dan pelayanan semakin maksimal. Di dalam anggaran Rp 1,1 miliar itu juga terdapat alokasi pemeliharaan armada sekitar Rp 400 juta," ujar Heru.
Menurut Heru, penggantian armada dilakukan karena becak sampah dinilai sudah tidak lagi mampu mengimbangi kebutuhan pelayanan yang terus meningkat.
Kehadiran kendaraan dengan kapasitas angkut lebih besar diharapkan dapat mempercepat pengumpulan dan pengangkutan sampah dari permukiman menuju tempat penampungan maupun tempat pemrosesan akhir.
Komitmen tersebut akan berlanjut pada APBD 2027. Pemkab Grobogan menyiapkan anggaran sekitar Rp 23 miliar untuk memperkuat sarana dan prasarana persampahan.
Anggaran itu akan digunakan untuk pengadaan ekskavator, kendaraan roda tiga, mobil pikap, dump truck, arm roll, dan kontainer sampah.
Heru menegaskan, DLH tidak lagi merencanakan pengadaan becak sampah. Armada tersebut akan diganti secara bertahap dengan kendaraan roda tiga yang dinilai lebih efisien, memiliki daya angkut lebih besar, serta lebih mudah menjangkau kawasan permukiman.
"Tidak ada lagi rencana pengadaan becak sampah. Ke depan akan kami ganti dengan kendaraan roda tiga agar operasional pengangkutan sampah lebih efektif," tegasnya.
Selain memperkuat armada, DLH juga menyiapkan program jangka panjang berupa penyediaan kontainer sampah di pasar-pasar desa.
Keberadaan kontainer diharapkan dapat menciptakan titik kumpul sampah yang lebih tertata sehingga proses pengangkutan menjadi lebih mudah dan kebersihan lingkungan pasar semakin terjaga.
Namun, pelaksanaan program tersebut membutuhkan dukungan pemerintah desa. Karena itu, DLH akan membangun kolaborasi dengan para kepala desa, terutama dalam penyediaan lokasi penempatan kontainer dan pengelolaannya.
"Harapan kami, setiap pasar desa nantinya memiliki kontainer sampah. Dengan kolaborasi bersama pemerintah desa, pengelolaan sampah akan lebih tertata dan pelayanan kebersihan kepada masyarakat dapat semakin optimal," pungkasnya. (int)
Editor : Admin