Empat Tahun Lewat Jembatan Kayu, Warga Kemadohbatur-Godan Segera Bisa Melintas dengan Mobil

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 01:32 WIB
MEMBAHAYAKAN: Kondisi jembatan darurat yang ada di Desa Kemadohbatur-Godan Kecamatan Tawangharjo sebelum direnovasi.
MEMBAHAYAKAN: Kondisi jembatan darurat yang ada di Desa Kemadohbatur-Godan Kecamatan Tawangharjo sebelum direnovasi.

GROBOGAN – Setelah empat tahun hanya mengandalkan jembatan darurat dari kayu, warga Desa Kemadohbatur dan Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo, akhirnya segera kembali menikmati akses yang layak.

Renovasi jembatan penghubung kedua desa yang ambrol akibat banjir pada 2022 kini telah memasuki tahap akhir dan dalam waktu dekat siap dibuka bahkan bisa untuk kendaraan roda empat.

Kabid Rehabilitasi dan Konstruksi BPBD Grobogan, Bondan Pujanarko, mengatakan pekerjaan saat ini tinggal menyelesaikan tahap akhir sebelum jembatan difungsikan kembali.

"Rencananya pekan ini finishing pemasangan loneng atau railing pengaman, pengecatan, dan perapian. Kemudian baru bisa dibuka dan dinikmati masyarakat lagi," ujarnya.

Diketahui, jembatan tersebut ambrol diterjang banjir pada 2022.

Sejak saat itu, warga bergotong royong membangun jembatan kayu seadanya sebagai akses darurat.

Namun, jembatan tersebut hanya dapat dilalui pejalan kaki dan sepeda, sedangkan kendaraan bermotor harus menggunakan jalur alternatif.

Akibat putusnya akses utama tersebut, perjalanan dari Dusun Getassari, Desa Kemadohbatur menuju Desa Godan yang semula hanya sekitar 3 kilometer menjadi sekitar 9 kilometer.

Kondisi itu membuat warga harus mengeluarkan waktu dan biaya lebih untuk beraktivitas setiap hari.

Dampak paling terasa dialami pelajar serta masyarakat yang bekerja maupun mengurus berbagai keperluan di Desa Godan hingga Desa Selo.

NYARIS RAMPUNG: Jembatan penghubung Desa Kemadohbatur-Godan Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan nyaris rampung.
NYARIS RAMPUNG: Jembatan penghubung Desa Kemadohbatur-Godan Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan nyaris rampung.

Selama empat tahun terakhir mereka harus berangkat lebih awal karena tidak lagi dapat memanfaatkan jalur terdekat.

Untuk mengembalikan konektivitas kedua desa, Pemerintah Kabupaten Grobogan melakukan renovasi total jembatan dengan anggaran Rp245.265.000.

Pekerjaan meliputi pembangunan pondasi, lantai jembatan, pemasangan railing pengaman, serta penyelesaian berbagai kelengkapan konstruksi lainnya.

Setelah seluruh pekerjaan rampung, jembatan tersebut dipastikan sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.

Kehadiran jembatan permanen ini diharapkan memangkas jarak tempuh masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, memudahkan akses pelajar menuju sekolah, serta mengembalikan konektivitas antara Desa Kemadohbatur, Desa Godan, dan Desa Selo yang sempat terhambat selama empat tahun.

Berfungsinya kembali jembatan tersebut diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, memperlancar aktivitas ekonomi warga, memudahkan akses pelajar menuju sekolah, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Tawangharjo.

Bagi warga yang selama ini harus bertahan dengan jembatan kayu seadanya, rampungnya pembangunan ini menjadi akhir dari penantian selama empat tahun. (int)

Editor : Admin
Kemadohbatur-Godan jembatan grobogan renovasi