SDN Tanggirejo Grobogan Dapat Banpres, Siswa Belajar ke Madrasah Ini selama Proses Pembangunan

Sirojul Munir • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 17:09 WIB
 
TINJAU LOKASI – Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Purnyomo bersama Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tegowanu Parjiyo dan Kepala SDN Juwariah melihat lokasi Madin Nurul Ilmi beberapa waktu lalu.  (SIROJUL MUNIR/RADAR PATI)
TINJAU LOKASI – Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Purnyomo bersama Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tegowanu Parjiyo dan Kepala SDN Juwariah melihat lokasi Madin Nurul Ilmi beberapa waktu lalu. (SIROJUL MUNIR/RADAR PATI)

GROBOGAN – Kepastian pembangunan kembali SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, akhirnya terjawab.

Pemerintah memastikan rehabilitasi sekolah yang atap bangunannya roboh akan menggunakan Dana Bantuan Presiden Tahun 2026. 

Dengan adanya bantuan tersebut, anggaran revitalisasi yang sebelumnya disiapkan melalui APBD Kabupaten Grobogan tidak lagi digunakan dan akan dialihkan untuk kebutuhan pembangunan di sektor pendidikan lainnya.

Kebijakan ini sekaligus memberikan kepastian bagi ratusan siswa, guru, dan orang tua murid yang menunggu kelanjutan pembangunan sekolah.

Baca Juga: Siswa SDN Tanggirejo Pindah Belajar ke Madin, Gedung Sekolah Direhabilitasi Pemerintah Pusat

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar dipindahkan sementara ke Madin Nurul Ilmi di Desa Tanggirejo agar aktivitas pendidikan tetap berjalan normal.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tegowanu, Parjiyo, mengatakan informasi mengenai penggunaan Dana Bantuan Presiden telah diterima dari pemerintah pusat melalui Sekretariat Presiden.

Dengan demikian, rencana revitalisasi menggunakan dana APBD resmi dihentikan.

"Dari Sekretariat Presiden, pembangunan akan dilanjutkan menggunakan Bantuan Presiden. Sementara revitalisasi yang direncanakan melalui APBD dihentikan," ujarnya.

Menurut Parjiyo, keputusan tersebut menjadi kabar baik karena pembangunan sekolah dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

Selain itu, anggaran yang sebelumnya dialokasikan melalui APBD dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan lainnya di Kabupaten Grobogan.

Meski demikian, pemerintah daerah masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait besaran bantuan maupun jadwal dimulainya pekerjaan fisik.

Sambil menunggu pembangunan dimulai, seluruh siswa SDN Tanggirejo telah mengikuti kegiatan belajar mengajar di Madin Nurul Ilmi sejak Kamis (30/7/2026).

Langkah tersebut dilakukan agar proses pendidikan tidak terganggu akibat kondisi gedung sekolah yang sudah tidak layak digunakan.

Parjiyo menjelaskan, Madin Nurul Ilmi dipilih karena memiliki fasilitas yang memadai, yakni enam ruang kelas dan satu ruang kantor yang dapat dimanfaatkan guru selama masa transisi.

"Fasilitas di Madin cukup memadai. Ada enam ruang kelas dan satu kantor guru. Kami memastikan kegiatan belajar siswa tetap berjalan dengan baik selama pembangunan berlangsung," katanya.

Jadwal pembelajaran juga telah diatur agar tidak mengganggu aktivitas Madin.

Siswa SDN Tanggirejo belajar mulai pukul 07.00 hingga 12.15 WIB, sedangkan kegiatan Madin berlangsung pukul 14.00 hingga 16.00 WIB sehingga penggunaan ruang kelas dapat dilakukan secara bergantian.

Pemindahan lokasi belajar ini turut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Grobogan.

Kepala Dinas Pendidikan Grobogan, Purnyomo, meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana di Madin Nurul Ilmi untuk memastikan proses belajar berjalan lancar.

Selain itu, Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama juga mengunjungi SDN Tanggirejo guna melihat kondisi bangunan yang roboh sekaligus memastikan keamanan lingkungan selama proses pembangunan nantinya.

Seperti diketahui, SDN Tanggirejo menjadi perhatian publik setelah sebagian atap bangunan sekolah roboh akibat kondisi konstruksi yang telah menua.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, seluruh aktivitas belajar harus dipindahkan sementara demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Pemerintah berharap pembangunan melalui Dana Bantuan Presiden dapat segera terealisasi sehingga para siswa dapat kembali belajar di gedung sekolah yang aman dan representatif.

Di sisi lain, kejadian ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap kondisi bangunan sekolah lain di Kabupaten Grobogan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. (mun)

Editor : Abdul Rochim
APBD Grobogan sdn Tanggirejo Bantuan Presiden 2026 sekolah roboh Grobogan revitalisasi sekolah