GROBOGAN – Pemkab Grobogan resmi memulai langkah besar dalam pengelolaan sampah.
Bersama PT Semen Grobogan, pemerintah menandatangani Kesepakatan Bersama (MoU) tentang pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF) dan Solid Recovered Fuel (SRF) hasil pengolahan sampah sebagai bahan bakar alternatif industri, di Pabrik PT Semen Grobogan, Kecamatan Tanggungharjo, Jumat (31/7/2026).
Bupati Grobogan Setyo Hadi mengatakan, jika selama ini sampah berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), ke depan sebagian sampah akan diolah menjadi RDF dan SRF yang dimanfaatkan sebagai substitusi bahan bakar pada industri semen.
Menurutnya, persoalan sampah menjadi tantangan yang dihadapi hampir seluruh daerah.
Seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi, volume sampah terus bertambah sehingga diperlukan langkah inovatif yang mampu memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekaligus perekonomian.
Maka teknologi RDF dan SRF menjadi salah satu solusi untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif bagi sektor industri.
"Melalui kerja sama ini kita ingin membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efektif, ramah lingkungan, serta mendukung ekonomi sirkular dan transisi energi," ujarnya.
Setyo Hadi menegaskan, dokumen yang ditandatangani saat ini masih berupa Kesepakatan Bersama (MoU).
Setelah itu, kerja sama akan berlanjut pada penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar pelaksanaan teknis di lapangan.
PKS tersebut akan disusun setelah studi kelayakan (feasibility study) selesai.
Saat ini kajian masih dalam proses penyusunan dengan melibatkan salah satunya PT Bio Cipta Lestari (BCL) sebagai mitra penyusun studi.
Hasil studi kelayakan itu nantinya akan menentukan skema kerja sama dengan operator pengelola sampah, mulai dari kapasitas pengolahan, kebutuhan investasi, teknologi yang digunakan, hingga mekanisme distribusi RDF dan SRF ke industri.
"Harapan kami, kesepakatan ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi segera ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama, implementasi program secara bertahap, dan evaluasi yang berkesinambungan," katanya.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah terkait memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan kerja sama berjalan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Sehingga mampu menjadi contoh kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, General Manager PT Semen Grobogan Antonius Marcos menyatakan perusahaan berkomitmen mendukung upaya pemerintah melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif.
Komitmen tersebut merupakan bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dan target Net Zero Emission.
Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 Indocement Group telah memanfaatkan sekitar 1,08 juta ton bahan bakar alternatif di berbagai pabrik.
Dari jumlah tersebut, sekitar 198 ribu ton berasal dari RDF yang mampu menghasilkan substitusi termal sebesar 28,9 persen.
Khusus di PT Semen Grobogan, pemanfaatan RDF saat ini telah mencapai sekitar 2.500 ton per bulan.
Ke depan perusahaan menargetkan penggunaan RDF hingga 400 ton per hari, dengan total bahan bakar alternatif mencapai 800 ton per hari.
Menurut Antonius, tantangan pemanfaatan RDF masih meliputi kualitas pasokan, keberlanjutan suplai, penerimaan masyarakat, hingga aspek logistik.
Namun melalui kolaborasi antara pemerintah, operator pengelola sampah, dan industri, tantangan tersebut diyakini dapat diatasi.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga menekan penggunaan bahan bakar fosil, mengurangi emisi, serta menghadirkan nilai ekonomi baru dari sampah yang selama ini hanya menjadi beban lingkungan. (int)
Editor : Admin