Pemeliharaan ini dilakukan untuk memastikan air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan tetap memenuhi standar.
Manager Humas PERUMDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan, Eko Supriyanto, mengatakan pengurasan merupakan bagian dari pemeliharaan rutin guna menjaga kualitas layanan air bersih.
"Berdasarkan hasil pemantauan, terjadi akumulasi lumpur yang cukup padat di IPA II Sambak sehingga perlu dilakukan pengurasan dan pembersihan secara menyeluruh agar proses pengolahan air kembali optimal," ujarnya.
Baca Juga: 181 Balita di Grobogan Alami Gizi Buruk, Diantara Disebabkan Faktor Ini
Pekerjaan yang dilakukan meliputi pengurasan bak prasedimentasi (intake), empat unit bak clearator dan filter, Sludge Drying Bed (SDB), serta pembersihan lingkungan di sekitar instalasi.
Menurut Eko, perawatan berkala menjadi langkah penting untuk menjaga kapasitas produksi air bersih.
Dengan menghilangkan endapan lumpur, proses pengolahan air dapat berjalan lebih optimal sehingga kualitas dan kontinuitas layanan tetap terjaga.
IPA II Sambak merupakan salah satu fasilitas utama penyedia air bersih di Kabupaten Grobogan.
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, optimalisasi sarana pengolahan air menjadi prioritas perusahaan.
Selama proses pembersihan berlangsung, distribusi air ke sejumlah wilayah terdampak.
Pasokan ke kawasan Danyang, Toroh, dan sebagian Purwodadi II sempat dihentikan karena kapasitas produksi turun dari 210 liter per detik menjadi sekitar 150 liter per detik.
PERUMDAM menargetkan seluruh proses pengurasan rampung pada Kamis (30/7).
Setelah pekerjaan selesai, kapasitas produksi diharapkan kembali normal menjadi 210 liter per detik sehingga distribusi air kepada pelanggan dapat kembali berjalan seperti biasa.
"Kami berharap pekerjaan selesai hari ini sehingga layanan kepada pelanggan segera pulih sepenuhnya," pungkas Eko.(mun)