GROBOGAN – Sebuah rumah milik Suwarto, 65, warga Jalan Bakung RT 2 RW 8, Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, ludes terbakar pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Meski bangunan dan sebagian besar isinya hangus, uang tunai sebesar Rp30 juta yang disimpan di dalam rumah berhasil selamat dari kobaran api.
Kapolsek Grobogan AKP Sunarto mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui oleh anak korban yang saat itu sedang beristirahat di dalam rumah.
Ia melihat percikan api dari kabel listrik di dekat atap yang kemudian dengan cepat membesar menjadi kobaran api.
Baca Juga: Selamat! Grobogan Sabet Juara I Industri Hijau Jawa Tengah
"Anak korban melihat percikan api dari kabel dekat atap rumah, kemudian muncul kobaran api dan langsung berteriak meminta tolong," ujar AKP Sunarto.
Teriakan tersebut mengundang warga sekitar yang segera berdatangan untuk membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, hembusan angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Grobogan.
Tak lama berselang, petugas kepolisian bersama tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Grobogan tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Rumah berbentuk limasan berukuran sekitar 12 x 12 meter dengan konstruksi kayu jati dan dinding tembok tersebut mengalami kerusakan parah.
Selain bangunan rumah, sejumlah perabot rumah tangga serta beberapa dokumen penting ikut terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta," kata AKP Sunarto.
Di balik musibah itu, terdapat hal yang cukup mengejutkan.
Setelah api berhasil dipadamkan, Suwarto mencoba mencari uang tunai yang disimpannya di dalam rumah.
Ternyata uang sebesar Rp30 juta masih utuh dan tidak ikut terbakar.
Menurut AKP Sunarto, uang tersebut sebelumnya disimpan di bawah kasur di dalam kamar.
Saat kebakaran terjadi, tumpukan genting yang runtuh menutupi lokasi penyimpanan uang sehingga melindunginya dari jilatan api.
"Setelah api padam korban mencari uangnya, ternyata masih utuh. Uang Rp30 juta aman karena tertutup tumpukan genting yang jatuh," jelasnya.
Diketahui, uang tersebut merupakan hasil penjualan mebel milik Suwarto yang sehari-hari bekerja sebagai perajin furnitur.
Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa instalasi listrik di rumah secara berkala guna mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting. (mun)
Editor : Abdul Rochim