Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo di Ruang Rapat Wakil Bupati, Rabu (22/7/2026), terungkap masih ada 74 gerai yang belum selesai 100 persen, sehingga seluruh pihak diminta bergerak cepat agar target penyelesaian dapat tercapai.
Rakor tersebut dihadiri Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto, Sekda Grobogan Anang Armunanto, Asisten II Joko Widodo, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, serta sejumlah kepala OPD terkait.
Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo menegaskan pembangunan KDKMP merupakan Program Strategis Nasional yang wajib didukung seluruh pemerintah daerah.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan ekonomi masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2025 dan Inpres Nomor 17 Tahun 2025.
"Presiden telah memerintahkan 18 kementerian dan lembaga untuk mengawal program ini. Karena itu pemerintah daerah juga harus aktif dan bersinergi agar pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih bisa selesai sesuai target," ujarnya.
Berdasarkan data terbaru, dari total 280 desa dan kelurahan, sebanyak 175 gerai telah selesai 100 persen, 61 gerai telah mencapai progres 90–99 persen, 36 gerai masih berada pada progres 10–90 persen, sedangkan 8 gerai belum mulai dibangun.
Sugeng memberikan apresiasi kepada Kodim 0717/Grobogan yang selama ini aktif mendampingi pembangunan di lapangan.
Namun ia meminta seluruh kendala segera dievaluasi agar tidak menghambat penyelesaian proyek.
"Kita harus mencari solusi bersama sehingga seluruh pembangunan fisik KDKMP dapat selesai 100 persen," tegasnya.
Sementara itu, Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto memaparkan progres pembangunan yang terus menunjukkan peningkatan.
Hingga 22 Juli 2026 pukul 06.00 WIB, Kodim telah melampaui target milestone dengan 272 titik bangunan dari target 270 titik.
Meski demikian, baru 201 gerai yang benar-benar selesai 100 persen, sedangkan 71 titik masih dalam proses pembangunan.
Dari jumlah tersebut, 40 titik mengalami keterlambatan lebih dari 92 hari.
Selain pembangunan fisik, masih terdapat sejumlah kendala di lapangan.
Sebanyak 12 gerai masih menunggu peningkatan daya listrik dari PLN karena keterbatasan material, 9 gerai belum memiliki akses air PDAM, serta pemenuhan berbagai sarana operasional tahap kedua seperti internet, CCTV, kendaraan operasional, perlengkapan kasir, rak display, hingga APAR juga belum seluruhnya terpenuhi.
Dandim menjelaskan, beberapa lokasi juga terkendala status lahan, yakni satu titik berada di kawasan LSD, empat titik berada di lahan LP2B, dan tiga titik berada di lahan milik Perhutani sehingga membutuhkan penyelesaian administrasi lebih lanjut.
Untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut, Kodim bersama Pemkab Grobogan terus melakukan koordinasi dengan PLN, menyiapkan pembangunan sumur bor bagi lokasi yang belum terlayani air bersih, serta mempercepat pemenuhan sarana dan prasarana melalui vendor penyedia.
Dengan percepatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Grobogan berharap seluruh Gerai Koperasi Merah Putih dapat segera beroperasi penuh sehingga mampu menjadi pusat pelayanan ekonomi masyarakat di seluruh desa dan kelurahan. (int)
Editor : Admin