Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Dengan Tiga Murid Baru, SD di Perbatasan Grobogan Ini Bertahan di Tengah Krisis Siswa

Intan Maylani Sabrina • Senin, 13 Juli 2026 | 13:59 WIB
MPLS: Situasi pelaksanaan MPLS di SDN 2 Karanganyar Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan.
MPLS: Situasi pelaksanaan MPLS di SDN 2 Karanganyar Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan.

GROBOGAN– Tahun ajaran baru 2026/2027 menjadi momen yang tak biasa bagi SDN 2 Karanganyar, Kecamatan Geyer.

Sekolah yang berada di perbatasan Kabupaten Grobogan dengan Sragen itu hanya mendapatkan tiga murid baru.

Meski jumlahnya bisa dihitung dengan jari, semangat sekolah untuk memberikan pendidikan terbaik tak surut.

Tiga siswa tersebut seluruhnya berasal dari Dusun Wani, Desa Karanganyar.

Padahal, pihak sekolah telah berupaya mencari calon peserta didik dengan cara jemput bola ke masyarakat. Namun, hasilnya tetap hanya tiga anak yang resmi masuk kelas I.

Kepala SDN 2 Karanganyar, Towaf, mengatakan kondisi itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya sekolah masih mendapatkan siswa dari dua dusun, yakni Dusun Wani dan Dusun Jurug.

"Tahun ini memang jumlah anak usia sekolah sangat sedikit. Sebagian memilih masuk Madrasah Ibtidaiyah (MI)," ujarnya.

Tak hanya itu, warga Dusun Pule Desa Denanyar Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen yang letaknya cukup dekat dengan sekolah juga lebih banyak menyekolahkan anaknya ke wilayah mereka sendiri.

Di balik minimnya jumlah murid baru, Towaf melihat adanya perubahan demografi di wilayahnya.

Menurutnya, jumlah anak usia 6–7 tahun memang semakin sedikit, yang juga menjadi dampak keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) selama beberapa dekade terakhir.

Meski hanya memiliki tiga siswa baru, SDN 2 Karanganyar dipastikan tidak masuk dalam rencana regrouping sekolah.

Faktor letak geografis yang berada di kawasan terpencil membuat keberadaan sekolah tersebut masih sangat dibutuhkan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Guru Kelas I, Titik Wijayanti, mengaku harus menyesuaikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Mengajar tiga siswa saja menjadi pengalaman yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau muridnya banyak tentu suasananya lebih ramai. Sekarang justru menjadi tantangan, bagaimana membuat tiga anak ini tetap antusias dan menikmati hari-hari pertama mereka di sekolah," ungkapnya.

Selama lima hari MPLS, ketiga murid baru dikenalkan dengan lingkungan sekolah melalui berbagai kegiatan, mulai dari perkenalan, permainan ice breaking, bernyanyi bersama, berbagi cerita tentang hari pertama sekolah, hingga mengenal ruang kelas dan lingkungan sekolah. (int)

Editor : Admin
#geyer #mpls #sd #grobogan