GROBOGAN – Wisata Baby Volcano atau Bledug Cangkring di Desa Grabagan, Kecamatan Kradenan, terus berbenah untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Tahun ini, destinasi wisata geologi yang dikenal dengan semburan lumpur alaminya itu kembali mendapat dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) senilai Rp 50 juta.
Kepala Desa Grabagan, Eko Setyawan, mengatakan bantuan CSR dari BRI tersebut digunakan untuk mempercantik kawasan wisata melalui pavingisasi sepanjang sekitar 50 meter.
Pekerjaan tersebut telah selesai dikerjakan pada Juni 2026.
"CSR kami manfaatkan untuk pavingisasi kawasan Baby Volcano sepanjang kurang lebih 50 meter dan sudah terealisasi bulan Juni lalu," ujarnya.
Tak hanya itu, pengembangan kawasan wisata juga mendapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty.
Bantuan berupa keramik diberikan untuk mempercantik rumah joglo yang berada di kawasan Baby Volcano.
Baby Volcano atau Bledug Cangkring merupakan fenomena alam berupa semburan lumpur yang menyerupai Bledug Kuwu, namun dengan ukuran lebih kecil.
Lokasi ini juga memiliki nilai sejarah dan budaya karena dikaitkan dengan legenda Joko Linglung, putra Aji Saka.
Meski skalanya lebih kecil, hingga kini masih terdapat tiga titik semburan aktif dengan tinggi letupan mencapai sekitar satu meter.
Sementara titik lainnya hanya mengeluarkan letupan kecil.
Eko menjelaskan, pengembangan kawasan Baby Volcano dilakukan secara bertahap setiap tahun.
Berbagai fasilitas dan sarana pendukung terus ditambah agar kawasan wisata semakin nyaman dan menarik.
"Tahun lalu kami melakukan penghijauan dengan menanam tabebuya, randu, pucuk merah, dan cemara laut. Selain itu juga mendapat bantuan Banprov sebesar Rp 500 juta yang digunakan untuk membangun joglo, pavingisasi, dan drainase," jelasnya.
Melalui Dana Desa, pemerintah desa juga melengkapi kawasan wisata dengan playground, kamar mandi, musala, hingga kios UMKM yang nantinya diisi oleh pelaku usaha lokal.
Menurutnya, keberadaan UMKM menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar sekaligus menambah daya tarik wisata.
"Kami mulai menata UMKM yang akan diramaikan warga Desa Grabagan. Harapannya Baby Volcano semakin ramai, menjadi tempat favorit untuk nongkrong sore maupun menghabiskan waktu saat akhir pekan," katanya.
Dengan luas kawasan sekitar satu hektare, Baby Volcano menawarkan suasana alam terbuka yang cocok menikmati matahari terbenam dari gazebo. Pengunjung juga dapat mencoba wahana ATV yang tersedia di lokasi.
Untuk menikmati seluruh daya tarik tersebut, wisatawan hanya dikenai tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang, menjadikan Baby Volcano sebagai salah satu destinasi wisata alam yang ramah di kantong sekaligus terus berkembang di Kabupaten Grobogan. (int)
Editor : Admin