Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Empat Sekolah Dasar di Grobogan Tanpa Siswa Baru

Intan Maylani • Senin, 6 Juli 2026 | 13:46 WIB
REGROUPING: SDN 3 Juworo Kecamatan Geyer yang diusulkan regrouping.
REGROUPING: SDN 3 Juworo Kecamatan Geyer yang diusulkan regrouping.

GROBOGAN – Fenomena minimnya peserta didik baru di jenjang sekolah dasar (SD) kembali terjadi di Kabupaten Grobogan.

Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, empat sekolah bahkan belum memperoleh satu pun siswa baru, sementara puluhan SD lainnya hanya menerima murid dalam jumlah yang sedikit.

Data Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan menunjukkan, dari 804 SD yang ada, sebanyak 74 sekolah hanya memperoleh kurang dari 10 siswa baru.

Dari jumlah tersebut, 18 sekolah hanya mendapatkan kurang dari lima murid.

Baca Juga: Lima SD Negeri di Kudus Baru Dapat Tiga hingga Empat Murid

Kabid Pembinaan SD Disdik Grobogan M Irfan mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor. 

Mulai dari menurunnya jumlah anak usia sekolah, semakin banyak orang tua yang memilih menyekolahkan anak ke sekolah swasta bebasis agama, hingga kondisi geografis dan lokasi sekolah yang berdekatan maupun berada di wilayah terpencil.

Empat sekolah yang hingga kini belum memperoleh siswa baru yakni SDN 4 Dimoro dan SDN 3 Juworo.

Baca Juga: Air Sumur 45 Desa di Grobogan Kering, BPBD Siapkan Dropping Air Bersih

"Kedua sekolah tersebut memang tidak membuka penerimaan peserta didik baru karena akan menjalani proses regrouping," imbuhnya.

Sementara dua sekolah lainnya, yakni SDN 3 Prigi, Kecamatan Kedungjati, dan SD Pesantren Unggulan Miftahus Saadah, Kecamatan Wirosari, juga masih belum mendapatkan pendaftar. 

"Khusus SDN 3 Prigi, sekolah tersebut berada di daerah terpencil dan selama ini memang hanya menerima peserta didik baru setiap dua tahun sekali karena keterbatasan jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut,"jelasnya.

Selain itu, terdapat satu SD di Kecamatan Geyer, hanya memperoleh dua siswa.

Kemudian terdapat enam sekolah yang masing-masing baru mendapatkan tiga siswa, SD tersebut menyebar di Kecamatan Godong, Wirosari, Ngaringan, Karangrayung, dan Kedungjati.

Sementara empat sekolah lainnya hanya memperoleh empat siswa, yaitu SD di Geyer, Brati, Karangrayung, dan Pulokulon.

Adapun SD Satap Tumbuh Kembang Godong hingga kini baru mendapatkan lima siswa.

Baca Juga: Sosok Taekwondoin Muda Grobogan Kerap Sabet Emas, Kini Bidik Panggung Nasional

Meski jumlah peserta didik baru masih sangat minim, Disdik Grobogan belum akan mengambil langkah penutupan sekolah. 

Sekolah-sekolah tersebut tetap diperbolehkan menerima pendaftar hingga dimulainya tahun ajaran baru melalui mekanisme pendaftaran secara langsung (offline).

"Untuk yang masih minim tersebut tetap membuka sampai masuk ajaran baru. Mereka memang masih menjalankan SPMB offline," kata M Irfan.

Baca Juga: Minyakita Berbau Solar di Grobogan, Diduga Tangki Pengangkut Tercemar

Di sisi lain, pelaksanaan SPMB SD jalur daring juga sempat menyisakan dua sekolah yang belum memenuhi kuota setelah proses daftar ulang pada 3 Juli 2026.

Hal itu terjadi karena sejumlah calon peserta didik tidak hadir saat daftar ulang.

Dua sekolah tersebut yakni SDN 2 Purwodadi yang masih kekurangan dua siswa, serta SDN 9 Purwodadi yang masih membutuhkan empat siswa untuk memenuhi kuota.

Disdik berharap masih ada tambahan peserta didik melalui pendaftaran offline hingga awal masuk sekolah. 

Namun, dalam jangka panjang, persoalan minimnya murid dinilai perlu disikapi melalui penataan jaringan sekolah, regrouping bagi sekolah yang sudah tidak efektif, serta pemerataan layanan pendidikan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal. (int)

Editor : Admin
#nihil siswa #spmb #sd #grobogan