GROBOGAN – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan mengungkap tingginya angka kelebihan berat badan di kalangan masyarakat.
Hingga 10 Juni 2026, puluhan ribu warga terdeteksi masuk kategori overweight maupun obesitas berdasarkan hasil pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT).
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, Djatmiko, menyampaikan sebanyak 144.349 peserta telah menjalani pemeriksaan IMT melalui program CKG.
Dari jumlah tersebut, 44.001 orang masuk kategori gemuk atau overweight.
Baca Juga: Ketua KPK Setyo Budiyanto Ziarah Makam Leluhur di Grobogan, Ternyata di Desa Ini Akar Keluarganya
Selain itu, sebanyak 29.298 peserta terdeteksi mengalami obesitas tingkat 1 dan 6.319 orang masuk kategori obesitas tingkat 2.
Sementara itu, 61.144 peserta memiliki berat badan normal dan 3.590 orang tergolong underweight atau kekurangan berat badan.
“Dari hasil pemeriksaan IMT, kelompok overweight dan obesitas masih cukup banyak ditemukan,” ujarnya.
Temuan serupa juga terlihat dari hasil skrining lingkar perut. Dari 145.557 peserta berusia di atas 18 tahun yang menjalani pemeriksaan, sebanyak 37.295 orang terdeteksi mengalami obesitas sentral.
Sedangkan 108.262 peserta lainnya masih berada dalam kategori normal berdasarkan ukuran lingkar perut.
Menurut Djatmiko, kondisi overweight dan obesitas menjadi faktor risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.
Oleh karena itu, deteksi dini melalui program CKG dinilai penting agar masyarakat dapat segera memperbaiki pola hidup dan menjaga kesehatannya.
Selain pemeriksaan status gizi, program CKG juga mencakup pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, fungsi ginjal, serta skrining berbagai penyakit tidak menular lainnya.
Dinas Kesehatan mencatat pemeriksaan tekanan darah menjadi layanan yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat.
Dari 139.998 peserta yang menjalani pemeriksaan, sebanyak 15.172 orang terdeteksi menderita hipertensi, sementara 12.848 orang masuk kategori tekanan darah meningkat.
“Yang perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan lanjutan adalah peserta yang mengalami tekanan darah meningkat agar tidak berkembang menjadi hipertensi,” jelasnya.
Meski berbagai faktor risiko kesehatan berhasil terdeteksi melalui program tersebut, tingkat partisipasi masyarakat usia dewasa masih tergolong rendah.
Hingga saat ini, tingkat kehadiran kelompok usia dewasa baru mencapai 18,11 persen.
Angka tersebut masih berada di bawah tingkat partisipasi kelompok bayi baru lahir yang mencapai 48,54 persen, balita dan anak prasekolah sebesar 28,99 persen, serta usia sekolah dan remaja yang mencapai 23,32 persen.
Dinas Kesehatan Grobogan berharap semakin banyak warga memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis agar berbagai penyakit dan faktor risiko kesehatan dapat diketahui sejak dini.
Sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. (int)