GROBOGAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan langsung menggelar evaluasi hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD pada Jumat (19/6) setelah rekapitulasi nilai tahun 2026 diterima.
Evaluasi tersebut melibatkan pengawas sekolah dan seluruh koordinator wilayah (Korwil) pendidikan sebagai langkah menyusun strategi peningkatan capaian TKA pada tahun depan.
Hasil rekap menunjukkan sejumlah siswa berhasil meraih nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Nilai tersebut diraih siswa dari SDN 4 Purwodadi, SDN 4 Cingkrong, SD Kristen Purwodadi, SDN 1 Tanjungsari, SD Islam Kradenan, dan SDN 1 Deras.
Kabid Pembinaan SD Disdik Grobogan M. Irfan mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kemampuan siswa Grobogan sebenarnya cukup baik.
Namun, masih banyak peserta yang memperoleh nilai di kisaran 50 sehingga rata-rata nilai kabupaten ikut turun.
"Sebenarnya banyak juga siswa yang nilainya di atas 70. Tetapi masih banyak yang nilainya sekitar 50, sehingga rata-ratanya ikut turun," ujarnya.
Berdasarkan data Disdik Grobogan, sebanyak 18.235 siswa SD mengikuti TKA tahun ini.
Rata-rata nilai Bahasa Indonesia mencapai 58,72, sedangkan Matematika 42,30.
Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, lima kecamatan dengan rata-rata nilai tertinggi adalah Purwodadi (61,05), Kradenan (60,78), Toroh (60,58), Brati (59,23), dan Geyer (58,62).
Sementara pada mata pelajaran Matematika, lima besar ditempati Purwodadi (45,24), Tanggungharjo (44,22), Grobogan (43,95), Toroh (43,51), dan Kradenan (42,93).
Dari hasil evaluasi, Disdik menyiapkan sejumlah langkah perbaikan.
Di antaranya mengkaji penambahan pembelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika sejak kelas V sebagai bekal menghadapi TKA.
Serta membiasakan siswa menggunakan laptop dalam proses pembelajaran sebagai bagian dari penguatan digitalisasi di sekolah.
Menurut M. Irfan, pembiasaan tersebut diperlukan karena masih banyak siswa yang belum terbiasa mengoperasikan laptop, sementara pelaksanaan asesmen sudah berbasis digital.
Penerapannya akan disesuaikan dengan kondisi sarana dan prasarana di masing-masing sekolah dengan memanfaatkan perangkat yang telah tersedia.
Ia menegaskan, rencana tersebut masih berupa hasil evaluasi dan belum menjadi kebijakan final.
Termasuk terkait mekanisme peserta TKA pada tahun mendatang yang masih akan dibahas lebih lanjut.
Irfan menilai jumlah peserta TKA di Grobogan yang jauh lebih banyak dibanding daerah lain turut memengaruhi capaian rata-rata nilai.
"Jumlah SD di Grobogan mencapai sekitar 800 sekolah. Berbeda dengan Semarang atau Solo. Itu juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi," terangnya.
Di samping itu, Disdik juga menilai peningkatan sarana dan prasarana sekolah perlu terus dilakukan agar proses pembelajaran lebih optimal dan siswa semakin siap menghadapi asesmen pada tahun berikutnya.
"Target kami, tahun depan hasil TKA harus meningkat. Karena itu diperlukan perbaikan pembelajaran dan dukungan semua pihak agar kemampuan akademik siswa semakin baik," tandasnya. (int)
Editor : Admin