Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

HARUS EVALUASI BESAR! Hasil TKA Grobogan Tempati Peringkat Bawah Jateng

Abdul Rochim • Kamis, 18 Juni 2026 | 19:10 WIB

 


SERIUS: Siswa SMP 2 Mejobo serius saat mengerjakan tes kemampuan akademik (TKA) baru-baru ini. (SMP 2 MEJOBO KUDUS UNTUK RADAR PATI)
SERIUS: Siswa SMP 2 Mejobo serius saat mengerjakan tes kemampuan akademik (TKA) baru-baru ini. (SMP 2 MEJOBO KUDUS UNTUK RADAR PATI)

GROBOGAN – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 menunjukkan masih perlunya peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Grobogan. 

Meskipun terdapat sejumlah siswa yang mampu meraih nilai sangat tinggi hingga sempurna, capaian rata-rata peserta didik secara keseluruhan masih berada di bawah rata-rata provinsi maupun nasional.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, jenjang sekolah dasar (SD) menempati peringkat 34 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Baca Juga: Ratusan Kepala SD di Grobogan Resmi Berganti, Urusan BOSP hingga SPMB Langsung Diambil Alih

Sementara pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP), Grobogan berada di posisi terakhir atau peringkat ke-35.

Tercatat sebanyak 18.235 siswa SD mengikuti TKA tahun ini. Rata-rata nilai Bahasa Indonesia mencapai 58,72, sedangkan Matematika 42,30.

Capaian tersebut masih lebih rendah dibanding rata-rata nasional yang mencapai 60,35 untuk Bahasa Indonesia dan 43,61 untuk Matematika. 

Adapun rata-rata Jawa Tengah berada pada angka 65,81 untuk Bahasa Indonesia dan 47,76 untuk Matematika.

Pada jenjang SMP, hasil yang diperoleh juga belum memuaskan.

Rata-rata nilai Bahasa Indonesia tercatat 58,48 dan Matematika 39,59. Secara keseluruhan, rata-rata nilai TKA SMP Grobogan berada di angka 49,04.

Meski demikian, sejumlah siswa berhasil mencatatkan prestasi membanggakan.

Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMP, enam siswa memperoleh nilai sempurna 100. Sementara nilai tertinggi Matematika mencapai 93,33.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Grobogan, M. Irfan, mengatakan hasil TKA menjadi bahan evaluasi penting bagi dunia pendidikan daerah. Menurutnya, penguatan kemampuan literasi dan numerasi harus terus dilakukan melalui berbagai program pembelajaran dan pendampingan kepada sekolah.

Ia menjelaskan, TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur capaian akademik siswa, tetapi juga menjadi dasar pemetaan kemampuan peserta didik untuk menentukan strategi peningkatan kualitas pendidikan ke depan.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Grobogan, Putri Harjani, menilai hasil TKA tahun ini perlu disikapi secara proporsional karena merupakan pelaksanaan perdana.

Hasil yang diperoleh akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pada tahun berikutnya.

Menurut Putri, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi capaian siswa, mulai dari kondisi sarana dan prasarana pendidikan hingga kualitas pembelajaran.

Saat ini, pemerintah daerah masih memprioritaskan perbaikan sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan karena dinilai berpotensi mengganggu proses belajar mengajar.

Selain itu, kualitas tenaga pendidik, metode pembelajaran, serta kesiapan siswa juga menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan hasil akademik.

Dinas Pendidikan juga menemukan sejumlah kendala teknis selama pelaksanaan TKA. Beberapa peserta yang telah mengikuti tes dilaporkan belum tercantum dalam rekapitulasi nilai akhir. Temuan tersebut akan dievaluasi bersama pengawas sekolah untuk memastikan akurasi data dan pelaksanaan tes pada tahun mendatang.

Melalui evaluasi menyeluruh terhadap hasil TKA 2026, Dinas Pendidikan Grobogan berharap kualitas pembelajaran di sekolah dapat terus meningkat sehingga daya saing siswa semakin baik pada tahun-tahun berikutnya. (int)

Editor : Abdul Rochim
#TKA 2026 Grobogan #hasil TKA Jawa Tengah #literasi numerasi siswa #Dinas Pendidikan Grobogan #peringkat pendidikan Grobogan