GROBOGAN – Tak ada waktu beradaptasi bagi ratusan kepala sekolah dasar (SD) yang baru dilantik di Kabupaten Grobogan.
Begitu prosesi serah terima jabatan (sertijab) rampung, Kamis (18/6), mereka langsung masuk ke sekolah tujuan dan memikul seluruh tanggung jawab, mulai pengelolaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), penandatanganan rapor dan ijazah, hingga pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan, Purnyomo, menegaskan tidak ada masa transisi dalam pelaksanaan mutasi dan promosi kepala sekolah tahun ini.
Seluruh kepala sekolah baru diwajibkan langsung bekerja pada hari pertama usai sertijab agar pelayanan pendidikan tidak mengalami kekosongan.
"Langsung menempati posisi baru. Semua administrasi sekolah menjadi tanggung jawab kepala sekolah yang baru, termasuk BOSP, rapor, ijazah hingga pelaksanaan SPMB," tegas Purnyomo.
Ia mengatakan, sekolah yang sebelumnya dipimpin pelaksana tugas (Plt) juga langsung diisi kepala sekolah definitif.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh pelayanan kepada peserta didik tetap berjalan normal, terlebih saat sekolah sedang memasuki masa pembagian rapor dan penerimaan murid baru.
Pada kesempatan itu, Disdik Grobogan menyerahkan jabatan kepada 15 kepala sekolah yang dimutasi serta melantik 144 guru menjadi kepala sekolah baru.
Sementara 159 kepala sekolah lama menjalani perpindahan tugas sesuai kebutuhan organisasi.
Menurut Purnyomo, seluruh penempatan dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi, kompetensi, dan pemerataan mutu pendidikan, bukan karena faktor kedekatan ataupun kepentingan tertentu.
"Seperti yang disampaikan Bupati, penempatan bukan hadiah dan bukan hukuman. Bukan karena like atau dislike. Semua melalui pertimbangan yang matang. Di mana pun ditempatkan, laksanakan sebagai amanah dan ibadah," ujarnya.
Purnyomo mengingatkan, jabatan kepala sekolah bukan sekadar promosi, melainkan awal pembuktian kapasitas kepemimpinan.
Ia meminta seluruh kepala sekolah menjadikan amanah baru sebagai momentum mengevaluasi diri, bukan justru dipenuhi prasangka maupun rasa iri.
"Ini awal menempa diri. Sejauh mana kompetensi yang dimiliki akan terlihat. Jangan sibuk melihat orang lain, tetapi fokus memperbaiki diri agar mampu membawa perubahan di sekolah masing-masing," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara tugas kedinasan dan kehidupan keluarga.
Menurutnya, dukungan suami atau istri menjadi faktor penting agar kepala sekolah dapat menjalankan amanah secara maksimal.
Dalam sambutannya, Purnyomo turut berpesan agar kepala sekolah mampu menjadi pemimpin yang bijaksana, adil, dan mengayomi seluruh warga sekolah.
Kepala sekolah diminta membangun komunikasi yang harmonis dengan guru, tenaga kependidikan, peserta didik, komite, hingga orang tua.
Tak hanya itu, kepala sekolah juga didorong melakukan pemetaan potensi sekolah, meningkatkan kualitas pembelajaran melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi, serta menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap kebijakan.
"Jadilah pemimpin yang mampu menempatkan diri, baik saat berada di depan, di tengah, maupun di belakang.
Bawalah perubahan dengan pola pikir yang maju, tetapi tetap berlandaskan budi pekerti. Apalah artinya pintar kalau tidak memiliki etika," pesannya.
Menutup arahannya, Purnyomo mengingatkan seluruh kepala sekolah agar meninggalkan tempat tugas lama dengan baik tanpa menyisakan persoalan.
"Datang tampak muka, pergi tampak punggung. Jangan tinggalkan masalah di sekolah lama.
Saya percaya bapak dan ibu mampu membawa perubahan nyata sehingga pendidikan di Kabupaten Grobogan semakin maju dan bermakna," pungkasnya. (int)
Editor : Admin