Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Nilai Sempurna Tak Mampu Dongkrak TKA Grobogan, SD dan SMP di Bawah Rata-Rata

Intan Maylani Sabrina • Jumat, 12 Juni 2026 | 13:14 WIB
Ilustrasi/AI
Ilustrasi/AI

GROBOGAN – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 menjadi pekerjaan rumah besar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Grobogan.

Meski sejumlah siswa mampu mencatatkan nilai sempurna, capaian rata-rata peserta didik secara keseluruhan belum mampu terdongkrak.

Pada jenjang SD, Grobogan berada di peringkat 34 dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Sedangkan untuk jenjang SMP, Grobogan menempati peringkat terakhir.

Data Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan menunjukkan sebanyak 18.235 siswa SD mengikuti TKA tahun ini.

Rata-rata nilai Bahasa Indonesia mencapai 58,72, sedangkan Matematika 42,30.

Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional maupun Provinsi Jawa Tengah.

Secara nasional, rata-rata nilai Bahasa Indonesia tercatat 60,35 dan Matematika 43,61.

Sementara rata-rata Jawa Tengah mencapai 65,81 untuk Bahasa Indonesia dan 47,76 untuk Matematika. 

Kondisi serupa terjadi pada jenjang SMP. Rata-rata nilai Bahasa Indonesia siswa Grobogan hanya 58,48, sedangkan Matematika 39,59.

Secara keseluruhan, rata-rata TKA SMP Grobogan berada di angka 49,04.

Menariknya, di tengah rendahnya capaian rata-rata tersebut, terdapat sejumlah siswa yang mampu meraih hasil sangat baik.

Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia jenjang SMP, enam siswa berhasil memperoleh nilai sempurna 100. Sementara nilai tertinggi Matematika mencapai 93,33.

Namun capaian individu itu belum cukup mendongkrak nilai rata-rata Grobogan yang masih tertinggal dibanding daerah lain di Jawa Tengah.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan M. Irfan mengatakan hasil TKA menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada aspek literasi dan numerasi.

"Hasil ini menjadi catatan penting bagi kami. Kemampuan literasi dan numerasi siswa perlu terus diperkuat melalui berbagai program pembelajaran dan pendampingan kepada sekolah," ujarnya.

Menurut Irfan, TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur capaian siswa, tetapi juga menjadi instrumen pemetaan kemampuan akademik untuk menentukan langkah perbaikan yang tepat.

Sementara itu, Kabid SMP Disdik Grobogan Putri Harjani menyebut hasil TKA tahun ini perlu dilihat secara proporsional karena merupakan pelaksanaan perdana.

"Ini kan juga baru pertama. Sehingga menjadi bahan evaluasi untuk hasil tahun depan," katanya.

Putri mengungkapkan terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi capaian TKA di Grobogan. Salah satunya adalah fokus penuntasan sarana dan prasarana.

"Banyak sekolah yang rusak. Karena kondisinya membahayakan untuk kegiatan belajar mengajar, maka perbaikannya menjadi prioritas saat ini," ujarnya.

Selain sarana dan prasarana, kualitas pendidik, metode pembelajaran, serta kesiapan siswa juga dinilai berpengaruh terhadap hasil yang diperoleh.

"Kondisi ini harus dilihat dari berbagai unsur. Mulai dari kualitas pendidik yang sangat berpengaruh. Itu yang perlu dievaluasi bersama," jelasnya.

Disdik Grobogan juga menemukan sejumlah kendala teknis saat pelaksanaan TKA. Beberapa siswa yang telah mengikuti tes diketahui belum muncul nilainya dalam rekapitulasi akhir.

"Kemarin juga ada beberapa yang ikut namun nilainya tidak muncul," keluh Putri.

Temuan tersebut akan menjadi bahan pembahasan bersama para pengawas sekolah. Bahkan, kebijakan keikutsertaan seluruh siswa dalam TKA juga akan dikaji ulang untuk memastikan hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan akademik peserta didik.

Dengan hasil tersebut, Disdik Grobogan berkomitmen menjadikan TKA 2026 sebagai titik awal evaluasi guna memperbaiki kualitas pembelajaran dan meningkatkan daya saing siswa pada tahun-tahun mendatang. (int)

Editor : Admin
#tka #sd #grobogan #disdik #smp