Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Konsumen BBM di Grobogan Rela Antre Panjang Demi Dapatkan Bensin Pertalite

Abdul Rochim • Kamis, 11 Juni 2026 | 19:38 WIB


ANTRI PANJANG: Puluhan warga pengguna sepeda motor rela antri untuk mengisi BBM Pertalite di SPBU Jalan R Soeprapto Purwodadi disebelahnya pengisian Pertamax tampak sepi. (SIROJUL MUNIR/RADAR PATI)
ANTRI PANJANG: Puluhan warga pengguna sepeda motor rela antri untuk mengisi BBM Pertalite di SPBU Jalan R Soeprapto Purwodadi disebelahnya pengisian Pertamax tampak sepi. (SIROJUL MUNIR/RADAR PATI)

GROBOGAN – Ratusan warga Kabupaten Grobogan pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite rela antri 10 sampai 20 menit untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

Antrean tersebut karena pengisian BBM dengan harga Rp 10 ribu perliter banyak peminatnya yang dipicu naiknya harga Pertamax perliter dengan harga Rp16.250, -.

Selisih harga Rp 6.250 perliter menjadi warga sabar untuk mengantri. Dari pantauan wartawan di salah satu SPBU di Jalan R Soeprapto Purwodadi antrian mengular panjang sampai di tepian jalan.

Baca Juga: MIRIS! Lima Bocah di Bawah Umur di Grobogan Patungan Beli Sajam secara Online, Ini Kronologi Pengungkapannya

Sedangkan tempat antrian di BBM Pertamax kosong dan sepi pembeli.

Para pembeli mengaku selisih harga tersebut menjadikan warga beralih menggunakan Pertalite. Meski harus antri panjang.

Meski demikian, dari pantauan di lapangan stok Pertalite dibeberapa SPBU di Kota Purwodadi masih aman dan tidak ada kekosongan.

Sintang warga Purwodadi yang rela antri panjang mengaku harus rela antri di Pertalite. Padahal sebelumnya dia dengan sepeda motor Yamaha NMAX memakai Pertamax.

Dengan adanya kenaikan Pertamax dari Rp 12.300 kini menjadi Rp 16.250 mejadikan dirinya berpikir ulang untuk mengguakan Pertamax.

”Selisih ya banyak mas. Hampir Rp 5 ribu. Saya pilih sabar antri lach. Gaji tetap malah BBM Pertamax naik jadi ya beralih ke Pertalite yang subsidi,” aku dia.

Dia mengaku, melakukan antrian saat pagi dan malam hari. Sebab, waktu itu masih belum banyak yang antri. Selain itu, juga menghindari panas matahari saat antri.

”Sekarang antri Pertalite butuh waktu 10 sampai 20 menit untuk ngisi BBM,” terang dia.

Hal sama juga diungkapkan Sulis warga Kalongan Purwodadi. Dia beralih dari Pertamax karena selisih harga. Jika dulu Rp 50 ribu bisa dapat ngisi penuh tangki sepeda motor. Sekarang hanya bisa ngisi tiga liter saja.

”Selisih banyak. Iya saya pilih Pertalite karena sisanya bisa buat beli sayur belanja di rumah,” kata dia.

Adanya kenaikan Pertamax ini juga menjadikan harga sembako juga terkerek naik. Meski belum seberapa tetapi juga ada dampaknya.

”Kami harap BBM Subsidi Pertalite tetap dipertahankan dan tidak dinaikan disaat harga kebutuhan pokok naik,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setiawan mengatakan, adanya kenaikan harga Pertamax tidak berdampak pada jatah Pertalite di Kabupaten Grobogan. Dimana jumlah kuota BBM Bersubsidi masih sama dan tidak ada pengurangan.

”Informasi dari pemilik SPBU di Kabupaten Grobogan pasokan masih normal dan tidak pengurangan. Dan kebutuhan BBM Pertalite masih mencukupi dan belum ada kelangkaan,” tandasnya.

Ketika ditanya jumlah berapa kuota Pertalite di Grobogan, pihaknya belum mengetahui secara pasti. Sebab, setiap SPBU mempunyai jumlah kuota sendiri-sendiri. (mun)

Editor : Abdul Rochim
#harga pertamax naik #antre pertalite #bbm naik #grobogan #pertalite