Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Program Kotaku di Grobogan, Tiga Desa Dikebut Bebas Kumuh

Intan Maylani • Kamis, 4 Juni 2026 | 11:36 WIB
DIKEBUT: Pembangunan fisik Kotaku terus dikebut Disperakim Grobogan.
DIKEBUT: Pembangunan fisik Kotaku terus dikebut Disperakim Grobogan.

GROBOGAN – Pemkab Grobogan terus menggenjot penanganan kawasan kumuh melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). 

Tahun ini, tiga desa yakni Genuksuran, Kandangan, dan Cingkrong menjadi sasaran perbaikan infrastruktur permukiman dengan total anggaran Rp 983,58 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Grobogan.

Plh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Grobogan Agus Panca Nugroho mengatakan, program tersebut difokuskan pada pembangunan jalan lingkungan dan drainase permukiman guna meningkatkan kualitas kawasan sekaligus mengurangi luasan kawasan kumuh di Kabupaten Grobogan.

"Saat ini luas kawasan kumuh di Grobogan tercatat mencapai 86,76 hektare. Penanganan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kekumuhan yang ada," ujarnya.

Menurut Agus, penetapan kawasan kumuh didasarkan pada tujuh indikator, yakni kondisi bangunan gedung, jalan lingkungan, drainase lingkungan, penyediaan air minum, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, serta proteksi kebakaran.

Kawasan tersebut kemudian diklasifikasikan menjadi kategori ringan, sedang, dan berat.

Untuk kategori ringan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten melalui APBD, sedangkan kategori sedang hingga berat dapat ditangani melalui pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Pada program tahun ini, pembangunan jalan lingkungan beton mencapai total 475 meter. Rinciannya, Desa Genuksuran sepanjang 195 meter, Desa Kandangan 162 meter, dan Desa Cingkrong 118 meter.

Selain itu, dibangun pula drainase lingkungan sepanjang 479,89 meter yang tersebar di Desa Genuksuran sepanjang 186,89 meter, Desa Kandangan 175 meter, dan Desa Cingkrong 118 meter.

Pekerjaan fisik tersebut dimulai sejak 6 April 2026 dengan target penyelesaian pada 4 Juli 2026. 

Hingga awal Juni, progres pembangunan di Desa Genuksuran telah mencapai sekitar 90 persen dan tinggal tahap penyelesaian akhir.

Sementara itu, progres pekerjaan di Desa Kandangan dan Desa Cingkrong telah mencapai sekitar 60 hingga 70 persen.

Saat ini pengerjaan difokuskan pada percepatan pengecoran jalan lingkungan dan penyelesaian saluran drainase.

"Untuk Genuksuran tinggal finishing. Sedangkan di Kandangan dan Cingkrong masih proses pengecoran dan terus dikebut agar selesai sesuai target kontrak," jelasnya.

Ia berharap melalui Program Kotaku, kualitas lingkungan permukiman masyarakat semakin meningkat, aksesibilitas warga menjadi lebih baik, serta kawasan kumuh di Kabupaten Grobogan dapat terus berkurang dari tahun ke tahun.

"Tujuannya bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak, sehat, dan nyaman bagi masyarakat," pungkasnya. (int)

Editor : Admin
#kotaku #grobogan #kawasan kumuh