Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Rumah Sudah Berdiri, tapi Dana BSPS di Grobogan Belum Semua Cair

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 21 Mei 2026 | 13:02 WIB
PROGRES: Petugas saat mengecek progres renovasi RTLH di wilayah Kabupaten Grobogan.
PROGRES: Petugas saat mengecek progres renovasi RTLH di wilayah Kabupaten Grobogan.

GROBOGAN – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 di Kabupaten Grobogan mulai berjalan.

Sejumlah rumah warga penerima bantuan bahkan sudah memasuki tahap pembangunan dengan progres fisik sekitar 30 persen.

Namun di tengah pelaksanaan tersebut, pencairan dana bantuan bagi sebagian penerima BSPS ternyata belum seluruhnya rampung.

Kondisi itu menjadi salah satu temuan yang dibahas dalam Rapat Koordinasi BSPS Kabupaten Grobogan Tahun 2026 yang digelar Disperakim Grobogan bersama pihak terkait.

Pelaksana Harian (Plh) Disperakim Grobogan Darlan melalui Kepala Bidang Perumahan Upik Farida Surya Dona mengatakan, tahap awal BSPS tahun ini menyasar 40 unit rumah dan saat ini proses pembangunannya sudah berjalan.

“Untuk tahap pertama ada 40 unit dan progres fisiknya sudah sekitar 30 persen. Tetapi memang masih ada beberapa penerima yang proses pencairan bantuannya belum selesai,” ujarnya.

Menurut Upik, persoalan tersebut salah satunya terjadi di Kecamatan Pulokulon.

Dari total penerima bantuan tahap pertama, sebagian dana sudah masuk rekening penerima sehingga pembangunan rumah mulai dikerjakan secara bertahap.

Meski begitu, ada juga penerima bantuan yang hingga kini masih menunggu kepastian pencairan dana.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan bank penyalur maupun satuan kerja terkait agar proses pencairan bisa segera dituntaskan.

“Sudah kami komunikasikan dengan pihak bank dan satker supaya proses pencairannya segera selesai,” jelasnya.

Selain persoalan pencairan bantuan, Disperakim Grobogan juga menemukan sejumlah kendala lain dalam pelaksanaan BSPS 2026.

Salah satunya terkait kekurangan tenaga fasilitator lapangan (TFL) setelah dua pendamping mengundurkan diri. Kondisi itu sempat memengaruhi proses verifikasi calon penerima bantuan di beberapa desa di Kecamatan Ngaringan.

Tak hanya itu, sebagian warga penerima bantuan juga masih mengalami kendala administrasi kepemilikan tanah.

Beberapa penerima belum melengkapi dokumen letter C yang menjadi salah satu syarat penting dalam proses pencairan dan pelaksanaan program BSPS.

Meski menghadapi sejumlah hambatan di lapangan, Pemerintah Kabupaten Grobogan memastikan program BSPS tetap berjalan sesuai target.

Tahun ini, Kabupaten Grobogan mendapatkan total alokasi 918 unit bantuan rumah dari pemerintah pusat.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 unit masuk tahap awal pelaksanaan, sedangkan 878 unit lainnya direncanakan masuk tahap kedua.

Program BSPS tersebar di 15 kecamatan, meliputi Pulokulon, Ngaringan, Tanggungharjo, Kedungjati, Penawangan, Wirosari, Gabus, Grobogan, Tawangharjo, Purwodadi, Gubug, Tegowanu, Geyer, Kradenan hingga Toroh.

Upik menegaskan, program BSPS tidak hanya bertujuan memperbaiki rumah tidak layak huni milik masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga mendorong semangat gotong royong di lingkungan warga.

“Program ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun kebersamaan masyarakat,” katanya.

Tahapan BSPS tahap kedua sendiri saat ini mulai memasuki proses verifikasi calon penerima bantuan, penyusunan proposal, hingga persiapan pencairan dana bantuan.

Disperakim Grobogan menargetkan pembangunan fisik rumah tahap kedua bisa berlangsung mulai Juni hingga Agustus 2026.

Untuk mempercepat pelaksanaan program, Pemkab Grobogan juga menekankan penerapan prinsip 4T, yakni tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah, dan tepat administrasi agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan. (int)

Editor : Admin
#bsps #rtlh #grobogan