Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Proposal Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Energi Biomassa Milik Grobogan Akan Ditampilkan di IJIF Jepang

Intan Maylani Sabrina • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:20 WIB
INVESTASI: Bupati Grobogan Setyo Hadi dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) Keris Jateng dan UMKM Grande 2026,
INVESTASI: Bupati Grobogan Setyo Hadi dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) Keris Jateng dan UMKM Grande 2026.

GROBOGAN–  Dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) Keris Jateng Tahun 2025, Grobogan berhasil meraih peringkat pertama.

Atas capaian tersebut, Grobogan bahkan mendapat undangan tampil di Indonesia-Japan Investment Forum (IJIF) di Tokyo, Jepang, pekan depan.

Kepala Bapperida Grobogan Afi Wildani mengatakan, prestasi tersebut diraih melalui proposal investasi unggulan berjudul “Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Energi Biomassa.” 

Proposal ini dinilai paling prospektif karena sejalan dengan arah pembangunan ekonomi hijau dan energi baru terbarukan.

“Alhamdulillah Grobogan meraih peringkat satu Investment Challenge Keris Jateng 2025 dengan proposal pemanfaatan limbah pertanian untuk energi biomassa,” ujar Afi.

Ia menambahkan, kemenangan ini tidak berhenti pada penghargaan semata. Grobogan langsung mendapatkan peluang untuk membawa potensi investasinya ke level internasional melalui forum IJIF di Jepang.

“Grobogan diundang mengikuti Indonesia-Japan Investment Forum di Tokyo Jepang, besok tanggal 22 Mei 2026,” lanjutnya.

Sebagai gambaran, proposal tersebut akan dipresentasikan di Jepang memuat potensi bahan baku yang sangat besar. 

Kajian tersebut menyebut Grobogan memiliki potensi limbah pertanian dan peternakan mencapai lebih dari 3,15 juta ton per tahun, yang berasal dari jerami padi, sekam, tongkol jagung, residu kedelai, tembakau, hingga kotoran ternak sapi.

Tak hanya menjanjikan dari sisi energi terbarukan, proposal ini juga menyoroti peluang carbon trading. 

Potensi penurunan emisi karbon dari pemanfaatan limbah tersebut diperkirakan bisa mencapai 5,24 juta ton CO₂e, sehingga membuka peluang nilai ekonomi tambahan sekaligus memperkuat posisi Grobogan sebagai daerah investasi hijau yang siap naik kelas di level internasional.

Afi menjelaskan, kegiatan yang berlangsung 11-12 Mei tersebut merupakan rangkaian Central Java Investment Business Forum (CJIBF) & UMKM Grande 2026, yang menjadi agenda penting bagi Grobogan dalam membuka akses investasi baru.

Salah satu agenda strategisnya yakni penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bupati Grobogan dengan Direktur PT BCL terkait investasi RDF (Refuse Derived Fuel).

Proyek RDF tersebut memanfaatkan sistem mining sampah di TPA dan memiliki offtaker Semen Grobogan/Indocement.

Menurut Afi, MoU dengan PT BCL menjadi bukti keberlanjutan program investasi daerah yang sebelumnya juga pernah dipromosikan melalui CJIBF.

“MoU dengan BCL merupakan bukti keberlanjutan CJIBF, dimana project RDF kita pernah menjadi juara tiga Investment Challenge Keris Jateng tahun 2014 lalu,” ungkapnya.

Selain itu, CJIBF kemarin juga menjadi ajang promosi investasi melalui sesi one on one meeting atau pertemuan langsung dengan investor. 

Dalam forum tersebut, Grobogan membawa tiga proposal unggulan yang sudah disiapkan untuk ditawarkan kepada calon investor.

Tiga proposal itu meliputi sektor Sistem Resi Gudang (SRG), Sub Terminal Agribisnis (STA), serta proyek energi biomassa yang baru saja mengantarkan Grobogan meraih peringkat pertama IC 2025.

Ketiga proposal tersebut menjadi bahan pembahasan dalam pertemuan langsung dengan investor yang menunjukkan ketertarikan terhadap peluang investasi di Grobogan. (int)

Editor : Admin
#IJIF #CJIBF #investasi #grobogan #jepang