Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Teknisi Elektronik di Purwodadi Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Set Top Box

Sirojul Munir • Rabu, 13 Mei 2026 | 06:07 WIB
TINJAU LOKASI – Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto meninjau rumah terjadi kejadian orang kesetrum.
TINJAU LOKASI – Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto meninjau rumah terjadi kejadian orang kesetrum.

 

GROBOGAN –  Peristiwa tragis terjadi di Dusun Nunggalan, Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa (12/5/2026). Seorang pria berinisial S (53) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya diduga akibat tersengat aliran listrik saat memperbaiki perangkat elektronik berupa set top box.

Korban diketahui merupakan warga setempat yang sehari-hari membuka jasa reparasi elektronik rumahan. Kabar meninggalnya korban sontak menggegerkan warga sekitar karena selama ini korban dikenal cukup piawai memperbaiki berbagai perangkat elektronik.

Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto mengatakan, pihak kepolisian langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya warga meninggal dunia diduga akibat tersengat listrik.

“Begitu menerima laporan dari warga, anggota langsung kami terjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan TKP bersama Tim Inafis Polres Grobogan,” ujar AKP Siswanto.

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat Sulastri (43), tetangga korban, tengah mengeluarkan sepeda motor untuk bersiap berjualan bakso. Saat berada di halaman rumah, dirinya mendengar suara teriakan keras dari arah rumah korban yang letaknya tepat di belakang rumah saksi.

Merasa curiga, saksi kemudian bergegas menuju rumah korban untuk memastikan kondisi yang terjadi. Namun sesampainya di dalam rumah, saksi mendapati korban sudah dalam posisi terlentang di lantai.

Korban terlihat tidak bergerak dengan kondisi mulut mengeluarkan darah. Sementara tangan kanan korban masih menggenggam kabel set top box yang diduga masih terhubung dengan aliran listrik.

Melihat kondisi tersebut, saksi langsung panik dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Teriakan itu segera mengundang perhatian warga yang kemudian berdatangan ke lokasi kejadian.

Sejumlah warga berupaya membantu sekaligus memastikan kondisi korban. Perangkat desa kemudian dihubungi dan laporan diteruskan kepada pihak kepolisian.

Tak lama berselang, petugas Polsek Purwodadi bersama Tim Inafis Polres Grobogan tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan kabel stop kontak masih tertancap pada sumber listrik.

Selain itu, perangkat set top box yang sedang diperbaiki ditemukan dalam kondisi terbuka. Beberapa komponen elektronik di dalamnya juga terlihat berkarat.

“Korban diduga tersengat arus listrik saat memperbaiki perangkat elektronik. Dugaan sementara, tangan korban menyentuh bagian kabel yang terkelupas saat kabel hendak ditancapkan ke stop kontak,” jelas AKP Siswanto.

Petugas bersama bidan desa setempat juga melakukan pemeriksaan visum luar terhadap tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya luka lecet pada bagian dada serta perubahan warna kebiruan pada jari tangan korban.

Namun demikian, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun unsur penganiayaan pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Dari kondisi TKP dan keterangan saksi, peristiwa ini mengarah pada kecelakaan akibat sengatan listrik,” ungkap Kapolsek Purwodadi.

Menurut informasi keluarga dan warga sekitar, korban memang telah lama membuka jasa reparasi berbagai perangkat elektronik di rumahnya. Korban dikenal cukup berpengalaman dan sering menerima perbaikan televisi, radio hingga perangkat digital milik warga sekitar.

Musibah tersebut pun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun warga setempat yang mengenal korban sebagai sosok pekerja dan ramah kepada tetangga.

Pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan resmi di atas materai.

Setelah seluruh proses identifikasi selesai dilakukan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kapolsek Purwodadi turut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan perbaikan perangkat elektronik yang berhubungan langsung dengan aliran listrik.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan keamanan instalasi listrik dan menggunakan peralatan yang layak saat melakukan perbaikan elektronik agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas AKP Siswanto. (mun)

Editor : Admin
#polsek purwodadi #orang tewas kesetrum #perbaiki set top box