GROBOGAN – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Dusun Soko RT 004 RW 004, Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Selasa sore (12/5/2026). Kobaran api yang diduga berasal dari korsleting listrik di area kandang sapi membuat empat rumah warga terdampak dan menyebabkan kerugian material hingga puluhan juta rupiah.
Peristiwa tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Asap hitam pekat membumbung tinggi dari area permukiman padat penduduk. Warga yang panik berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri sekaligus membantu proses pemadaman secara manual menggunakan alat seadanya.
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Wirosari AKP Saptono Widyo Haryanto mengatakan, pihak kepolisian langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai kebakaran tersebut.
“Begitu menerima laporan, anggota Polsek Wirosari langsung menuju lokasi bersama petugas Damkar untuk melakukan pemadaman serta pengamanan di sekitar TKP,” ujar AKP Sapto.
Empat rumah yang terdampak diketahui milik Jasmin (54), Djais (80), Dia Hoxta Saraswati (28), dan Saroh (48). Seluruh rumah berada dalam satu lingkungan di Dusun Soko, Desa Dapurno.
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 14.45 WIB oleh seorang warga bernama Ngatminah. Saat itu dirinya baru pulang ke rumah dan melihat kobaran api muncul dari bagian belakang rumah Jasmin, tepatnya di area kandang sapi.
Melihat api mulai membesar, Ngatminah langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Teriakan tersebut segera mengundang perhatian warga yang kemudian berdatangan ke lokasi kejadian.
Dalam situasi panik tersebut, warga berupaya menyelamatkan Narni (49) yang saat itu diketahui sedang tertidur di dalam kamar rumah berbentuk limasan milik korban. Warga kemudian masuk ke dalam rumah untuk mengevakuasi korban agar tidak terjebak kobaran api.
“Warga secara spontan berupaya menyelamatkan penghuni rumah dan memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum petugas datang,” jelas AKP Sapto.
Namun, upaya pemadaman manual tidak mampu menahan cepatnya rambatan api. Sebagian bangunan rumah yang masih menggunakan material kayu membuat kobaran api dengan mudah membesar dan menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.
Api kemudian merembet ke dapur rumah milik Djais, bagian dapur rumah Dia Hoxta Saraswati, serta kamar rumah milik Saroh. Suasana di sekitar lokasi sempat dipenuhi kepulan asap tebal yang membuat warga semakin panik.
Tak lama berselang, petugas Pemadam Kebakaran Wirosari bersama anggota Polsek Wirosari tiba di lokasi. Petugas langsung berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke rumah warga lainnya.
Setelah proses pemadaman berlangsung beberapa waktu, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan. Petugas kemudian melakukan pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap untuk memastikan api benar-benar padam.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa sisa kabel terbakar dan potongan kayu hangus. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting arus listrik pada instalasi kabel di sekitar kandang sapi milik korban.
“Dugaan awal kebakaran dipicu korsleting listrik pada instalasi kabel di sekitar kandang sapi. Saat ini kami masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kapolsek Wirosari.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri. Meski demikian, kebakaran menyebabkan kerusakan cukup parah pada bangunan rumah dan sejumlah barang milik warga.
Kerugian material akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp70 juta.
Kapolsek Wirosari mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan instalasi listrik tidak standar maupun kabel yang sudah tua.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan sesuai standar. Jika ditemukan kabel rusak atau sambungan tidak layak, segera diperbaiki agar tidak memicu kebakaran,” pungkas AKP Sapto. (mun)
Editor : Admin