GROBOGAN – Semangat menumbuhkan budaya literasi terus digelorakan Pemerintah Kabupaten Grobogan melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda). Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan yang digelar dengan melibatkan puluhan peserta dari berbagai kalangan di Kabupaten Grobogan.
Kegiatan tersebut dibuka langsung Kepala Dinarpusda Grobogan, Supriyanto, dan diikuti sekitar 70 peserta yang berasal dari unsur dinas dan instansi, guru serta tenaga pendidik, kepala desa dan perangkat desa, Taman Baca Masyarakat (TBM), penggiat literasi hingga kalangan pelajar di lantai dua Dinarpusda Grobogan, Selasa (12/5).
Kabid Perpustakaan Dinarpusda Grobogan, Kurniawan mengatakan, kegiatan bimtek ini dirancang tidak sekadar menjadi pelatihan menulis biasa, namun juga menjadi ruang pembinaan bagi masyarakat agar mampu menghasilkan karya tulis yang mengangkat potensi dan budaya lokal Grobogan.
“Peserta berjumlah 70 orang dari berbagai kalangan, mulai dinas atau instansi, guru dan tenaga pendidik, kepala desa serta perangkat desa, TBM, penggiat literasi hingga pelajar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan bimtek menghadirkan tiga narasumber yang seluruhnya merupakan penulis buku asal Grobogan. Pada pertemuan pertama peserta mendapatkan materi dari satu narasumber, sementara dua narasumber lainnya dijadwalkan memberikan materi lanjutan pada pekan depan.
“Dilaksanakan dengan tiga narasumber dan dibuka oleh bapak kepala dinas. Hari ini satu narasumber, kemudian minggu depan dilanjutkan dua narasumber lainnya. Narasumber berasal dari penulis buku di Grobogan,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap lahir semakin banyak penulis baru di Grobogan yang mampu menghasilkan karya berbasis budaya lokal daerah. Tidak hanya berhenti pada pelatihan, hasil karya peserta nantinya juga akan dihimpun dan dicetak menjadi buku antologi.
Menurut Kurniawan, buku antologi tersebut nantinya diharapkan dapat menambah koleksi literasi di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia maupun perpustakaan daerah Grobogan.
“Harapannya dapat meningkatkan jumlah penulis dan menambah karya berbasis budaya lokal Grobogan. Disamping itu, hasil karya peserta nantinya akan dicetak menjadi buku antologi untuk menambah koleksi Perpusnas RI dan Perpustakaan Grobogan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinarpusda Grobogan, Supriyanto menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui karya tulis. Menurutnya, kekayaan budaya daerah merupakan aset yang sangat berharga dan perlu didokumentasikan agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Hadirin peserta Bimtek Kepenulisan yang berbahagia, seperti yang kita ketahui bersama, kekayaan budaya lokal kita baik dalam bentuk tradisi, cerita rakyat, adat istiadat, maupun kearifan lokal serta tokoh-tokoh sejarah adalah aset yang tak ternilai harganya,” tuturnya.
Namun demikian, di era digital saat ini budaya lokal dinilai rawan terlupakan apabila tidak diabadikan melalui tulisan. Karena itu, bimtek kepenulisan menjadi langkah strategis untuk menjaga sekaligus mengenalkan budaya daerah kepada generasi mendatang.
“Bimtek ini bukan sekadar pelatihan teknis menulis, melainkan langkah strategis untuk melestarikan budaya kita melalui tulisan,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Supriyanto juga menekankan dua poin penting kepada seluruh peserta. Pertama, budaya lokal harus menjadi sumber inspirasi dalam berkarya. Kedua, para penulis memiliki peran penting sebagai penjaga budaya daerah.
“Budaya lokal adalah inspirasi. Kita ingin tulisan yang lahir bukan hanya sekadar narasi, melainkan cerita yang sarat nilai luhur budaya daerah,” katanya.
Ia melanjutkan, peserta bimtek diharapkan mampu menjadi duta budaya yang dapat mengemas berbagai kearifan lokal menjadi konten yang menarik, kreatif, sekaligus produktif.
“Penulis adalah penjaga budaya. Peserta di sini diharapkan menjadi duta budaya yang mampu mengemas kearifan lokal menjadi konten yang menarik, kreatif dan produktif,” lanjutnya.
Di akhir sambutannya, Supriyanto memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan tersebut. Ia meminta peserta memanfaatkan kesempatan itu untuk memperdalam kemampuan menulis dan menyerap ilmu dari para narasumber.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Serap ilmu dari narasumber, pertajam kemampuan menulis, dan mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Kabupaten Grobogan memiliki budaya yang luar biasa melalui karya-karya tulis yang dihasilkan,” pungkasnya.(mun)
Editor : Admin