Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Genjot Produksi dan Konsumsi Ikan, Disnakkan Grobogan Tebar 46 Ribu Benih di Perairan Umum

Intan Maylani Sabrina • Jumat, 8 Mei 2026 | 14:27 WIB
DITEBAR: Penebaran ribuan benih ikan di sejumlah perairan.
DITEBAR: Penebaran ribuan benih ikan di sejumlah perairan.

GROBOGAN – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Grobogan terus berupaya meningkatkan produksi sekaligus konsumsi ikan di tengah masyarakat. 

Salah satu langkah yang dilakukan ialah melalui program penebaran benih ikan di sejumlah perairan umum, mulai dari waduk hingga embung yang tersebar di berbagai wilayah.

Kabid Perikanan Disnakkan Grobogan, drh. Bambang Yulianto, mengatakan program penebaran benih ikan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan populasi ikan di perairan umum. 

Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendukung kebutuhan konsumsi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan warga yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan.

“Perairan umum seperti waduk dan embung ini potensinya besar. Jika populasinya terjaga, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, baik untuk konsumsi keluarga maupun untuk kegiatan perikanan tangkap,” ujar Bambang.

Menurutnya, pada tahun 2026 Disnakkan Grobogan menargetkan penebaran sebanyak 46 ribu benih ikan. 

Hingga saat ini, sebanyak 13 ribu benih telah disalurkan dan ditebar di beberapa titik. 

Adapun jenis ikan yang ditebar meliputi ikan tawes, grass carp, serta carp (ikan mas).

Bambang menjelaskan, penebaran benih ikan tahap awal telah dilakukan di empat lokasi perairan umum, yakni Embung Glapan, Waduk Lanang di Desa Lajer, Jumo, serta wilayah Kradenan. 

Lokasi tersebut dipilih karena selama ini menjadi tempat aktivitas masyarakat, baik memancing maupun melakukan penangkapan ikan secara tradisional.

Program penebaran benih ikan masih akan berlanjut. Disnakkan Grobogan menjadwalkan penebaran tahap berikutnya pada 19 Mei 2026. 

Kali ini, benih ikan akan ditebar di lima lokasi, yakni Desa Rambat, Waduk Gambringan, Embung Banjarsari, wilayah Nglangon, serta Selo.

“Penebaran dilakukan secara bertahap agar lebih merata. Kami ingin memastikan perairan umum di beberapa wilayah ini tetap produktif,” tambahnya.

Selain menjaga populasi ikan, Bambang menyebut program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan berbasis protein hewani. 

Dengan ketersediaan ikan yang mencukupi, diharapkan masyarakat semakin mudah mengakses sumber protein yang sehat dan terjangkau.

Disnakkan juga mencatat produksi perikanan di Kabupaten Grobogan tergolong cukup tinggi. 

Untuk sektor perikanan tangkap, produksi mencapai 1.531,73 ton, sedangkan sektor perikanan budi daya mencapai 3.474,42 ton. 

Angka tersebut menunjukkan budidaya masih menjadi penyumbang terbesar produksi ikan di Grobogan. 

Meski demikian, perairan umum tetap memegang peran penting sebagai sumber ikan bagi masyarakat.

“Jika perairan umum terus kita jaga, stok ikan akan stabil. Dampaknya bukan hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga dapat mendorong masyarakat lebih gemar mengonsumsi ikan karena ketersediaannya semakin terjamin,” pungkas Bambang. (int)

Editor : Admin
#produksi ikan #penebaran ikan #grobogan