GROBOGAN – Pemkab Grobogan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan proyek penataan drainase perkotaan Purwodadi yang ditargetkan mulai dikerjakan Juni atau Juli mendatang.
Proyek ini bukan difokuskan untuk menangani banjir besar, melainkan untuk mengatasi genangan yang kerap muncul di kawasan pusat kota.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Grobogan, Ahmad Taufik Nur, menjelaskan bahwa sistem drainase yang dibangun nantinya berfungsi memperlancar aliran air permukaan agar segera mengalir menuju Kali Sadon sebagai jalur pembuangan utama.
“Secara umum pekerjaan ini bukan untuk menangani banjir, tetapi menangani genangan kota. Terutama di Alun-Alun dan Segitiga Emas. Fungsinya memperlancar genangan ke kali Sadon supaya lancar,” jelasnya.
Ia menyebut, proyek tersebut sudah melalui perhitungan teknis dan kajian konsultan, termasuk analisis hidrologi berdasarkan historis data banjir 20 tahun yang lalu dan curah hujan tertinggi.
“Sudah dihitung hidrologinya. Konsultan melihat curah hujan tertinggi,” ungkapnya.
Taufik menambahkan, lama pengerjaan proyek dimungkinkan akan bervariasi tergantung titik lokasi. Namun secara umum diperkirakan memakan waktu antara empat hingga tujuh bulan.
Dalam pelaksanaannya, pengerjaan drainase dilakukan sesuai titik yang sudah dipetakan.
Terdapat delapan titik utama yang masuk dalam tahap penanganan drainase, yakni di ruas Jalan A. Yani, Jalan S. Parman, Jalan Bhayangkara, Jalan D.I Panjaitan, Jalan Tendean, Jalan KS Tubun, Jalan Gatot Subroto, serta kawasan Jalan Sudirman.
Untuk pengerjaan di Jalan S. Parman dan Jalan A. Yani, proyek meliputi pembuatan saluran di sisi selatan dan utara jalan, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan trotoar.
Namun khusus di Jalan A. Yani, posisi drainase tidak ditempatkan di bawah trotoar eksisting, melainkan dibuat menjorok ke bahu jalan.
“Karena trotoar yang eksisting sudah mepet dengan bangunan. Sangat riskan kalau dibuat saluran yang mepet misal depan Toko Merdeka.
Saat ini kondisinya trotoar saja tidak ada drainase. Ke depan, trotoarnya akan tetap di situ tapi drainase menjorok ke bahu jalan jadi tidak di bawah trotoar,” ungkapnya.
Selain itu, di kawasan perempatan RSUD dr Soedjati Purwodadi menuju Jalan S. Parman ke arah barat juga akan dibuat saluran baru.
Begitu pula di kawasan Segitiga Emas, drainase akan ditempatkan di bahu jalan agar tidak mengganggu area pedestrian dan bangunan di sekitar.
“Akan ada galian di bahu atau tepi jalan, buat saluran box culvert kemudian nanti sampai dengan Kali Sadon,” ujarnya.
Taufik menjelaskan bahwa di Jalan Bhayangkara, pengerjaan dilakukan dari perempatan lampu merah hingga pertigaan Polsek Kota Purwodadi dengan pembangunan saluran dan trotoar baru.
Sementara di Jalan D.I Panjaitan akan dibuat saluran baru di sisi kanan dan kiri jalan, dimulai dari pertigaan Polsek Purwodadi ke selatan hingga perempatan Glugu.
Kemudian di Jalan Tendean, pekerjaan dilakukan dari pertigaan RSUD dr Soedjati Purwodadi ke arah barat hingga Jalan R. Suprapto.
Di Jalan KS Tubun, tepatnya di depan BRI Alun-Alun Purwodadi, pembangunan saluran dan trotoar baru akan dilakukan di sisi timur jalan hingga pertigaan Setda.
Untuk Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan Perhutani, juga masuk dalam paket pembangunan drainase dan trotoar.
Sedangkan di Jalan Sudirman, trotoar lama direncanakan diganti dengan trotoar baru yang lebih representatif.
Selain pembangunan drainase, proyek ini juga mencakup pekerjaan penunjang seperti pengaspalan ulang dan pembetonan di titik rawan kerusakan.
Salah satunya di Jalan Bhayangkara tepatnya pertigaan depan Polsek Purwodadi yang sering rusak akibat rembesan air.
“Di situ sering terjadi kerusakan jalan karena di bawahnya ada rembesan airnya. Jenuh, maka aspal di situ cenderung cepat rusak. Nanti akan dibeton khususnya untuk tikungan. Mengambil jarak 2,5 meter,” ungkapnya.
Tak hanya infrastruktur, penataan kawasan juga menyasar PKL di depan RSUD dr Soedjati Purwodadi. Terkait PKL akan dibahas lebih lanjut secara detail dengan Disperindag agar mendapatkan solusi terbaik terkait lokasi maupun penataan teknis.
“Di situ sudah ada jumlah pedagang yang terdata. Nanti tinggal penyesuaian desainnya. Untuk lokasinya masih di situ, hanya dimundurkan ke belakang. Namun saat ini masih digodok untuk anggarannya,” imbuhnya.
Penataan vegetasi juga menjadi bagian dari proyek. Sejumlah pohon tua yang akarnya merusak struktur trotoar dan menutup saluran drainase akan dilakukan pemotongan.
Namun pemerintah menyiapkan penggantinya dengan tanaman yang lebih ramah terhadap struktur bangunan, salah satunya pohon pule.
“Untuk pohon banyak akarnya merusak bangunan trotoar hingga menutup drainase yang ada di dalam. Bahkan, hingga menyumbat aliran saluran dalam,” kata Taufik.
Ia menegaskan, pemotongan pohon dilakukan selektif dan bukan berarti menghilangkan seluruh pohon lama.
Ke depan, kawasan pedestrian juga akan dipercantik dengan ornamen seperti bangku, lampu taman, bahkan konsep trotoar bertema sesuai karakter wilayah.
Salah satunya Jalan Siswamiharja yang akan mengusung tema pendidikan dengan warna-warna cerah dan penanaman tabebuya.
Dengan konsep pembangunan yang menggabungkan fungsi teknis dan estetika, proyek drainase perkotaan Purwodadi diharapkan mampu mengurangi genangan yang selama ini menjadi keluhan warga, sekaligus menciptakan ruang kota yang lebih nyaman dan tertata. (int)
Editor : Admin