Talud Jembatan Tambirejo Grobogan Longsor, Akses Mobil Sementara Terputus

Abdul Rochim • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 12:53 WIB
DARURAT: Penanganan darurat talud longsor di jembatan Desa Tambirejo Kecamatan Toroh. (Pemdes Tambirejo untuk Radar PATI)
DARURAT: Penanganan darurat talud longsor di jembatan Desa Tambirejo Kecamatan Toroh. (Pemdes Tambirejo untuk Radar PATI)

GROBOGAN – Talud jembatan penghubung Dusun Jetis dan Dusun Sendangsari, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, mengalami longsor setelah diterjang banjir pada Lebaran kedua. 

Akibatnya, kendaraan roda empat untuk sementara tidak dapat melintas dan harus menggunakan jalur alternatif.

Kepala Desa Tambirejo, Yakub Raras Puspitanianto, menjelaskan longsor terjadi pada bagian tebing penyangga jembatan sepanjang sekitar 30 meter dengan lebar kurang lebih 3 meter.

Baca Juga: Longsor di Wirosari Gobogan, Rumah Warga Terancam Ambruk

Kerusakan dipicu derasnya arus banjir yang mengikis struktur talud.

“Longsor terjadi sejak Lebaran kedua saat intensitas hujan cukup besar. Sehingga membuat talud ambrol sekitar 30 meter dengan lebar tiga meter,” jelasnya.

Di bawah jembatan tersebut mengalir Sungai Glugu yang bermuara ke Sungai Lusi.

Saat banjir, arus yang cukup deras menyebabkan erosi pada sisi talud hingga mengalami kerusakan cukup parah.

Jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga karena menghubungkan dua dusun sekaligus menjadi jalur mobilitas menuju Purwodadi untuk bekerja, sekolah, maupun aktivitas ekonomi lainnya.

Untuk mencegah kerusakan semakin parah, Pemerintah Desa Tambirejo melakukan penanganan darurat sejak Senin (30/3/2026).

Upaya yang dilakukan antara lain pemasangan trucuk bambu sebagai penahan tanah serta pemasangan bronjong atau anyaman kawat berisi batu guna memperkuat struktur talud yang longsor.

Selain itu, satu unit alat berat turut dikerahkan untuk membantu penataan material dan mempercepat proses perbaikan di lokasi.

Penanganan darurat ini bertujuan menstabilkan tebing penyangga jembatan agar tidak terjadi longsor susulan.

Yakub menambahkan perbaikan dilakukan di kedua sisi jembatan dengan total panjang penanganan sekitar 80 meter.

“Total pengerjaan sekitar 40 meter di sisi kanan dan 40 meter di sisi kiri, jadi keseluruhan sekitar 80 meter. Targetnya sekitar dua pekan selesai,” ujarnya.

Ia menyebut perbaikan sementara menggunakan anggaran Pendapatan Asli Desa (PAD) sambil menunggu kemungkinan bantuan dari pemerintah pusat untuk pembangunan permanen.

“Kita tangani dulu supaya tidak semakin parah. Takutnya kalau hujan besar lagi bisa longsor lagi dan akses warga benar-benar terputus,” tambahnya.

Pemerintah desa berharap perbaikan darurat segera rampung sehingga akses masyarakat kembali normal dan kendaraan roda empat dapat melintas tanpa harus memutar melalui jalur lain. (int)

Editor : Abdul Rochim
talud longsor Grobogan jembatan Tambirejo banjir Toroh akses antar dusun perbaikan darurat jembatan