GROBOGAN - Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Grobogan memicu tanah longsor di Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari, Selasa (31/3).
Akibat kejadian tersebut, satu rumah milik warga terancam roboh karena kondisi tanah di sekitarnya ambrol dan masih bergerak.
Rumah milik Mulyanto mengalami kerusakan cukup serius.
Baca Juga: Ratusan PPPK Grobogan Berpotensi Ditugaskan Bantu Operasional Kopdes Merah Putih
Bangunan terlihat retak dan mulai miring akibat tekanan tanah yang labil, sehingga dinilai tidak lagi aman untuk ditempati karena berpotensi ambruk sewaktu-waktu.
Menindaklanjuti laporan warga, jajaran Polsek Wirosari langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Kegiatan dipimpin Kapolsek Wirosari, AKP Saptono Widyo, bersama Bhabinkamtibmas dan pemerintah desa guna memetakan kondisi di lapangan.
“Kami langsung datang ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya. Rumah yang terdampak memang rawan dan perlu penanganan segera,” ujar AKP Saptono Widyo di sela kegiatan.
Petugas melakukan pendataan tingkat kerusakan serta mengidentifikasi potensi bahaya lanjutan.
Koordinasi juga dilakukan dengan perangkat desa untuk menyiapkan langkah cepat, termasuk kemungkinan relokasi sementara bagi warga terdampak.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil.
Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, potensi longsor susulan dikhawatirkan dapat memperparah situasi.
Selain melakukan penanganan, aparat juga mengimbau masyarakat sekitar agar meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda longsor.
Seperti munculnya retakan tanah, perubahan kontur permukaan, hingga suara gemuruh kecil.
“Kami mengimbau masyarakat agar peka terhadap kondisi lingkungan. Jika ada tanda-tanda longsor, segera laporkan supaya bisa cepat ditangani,” tegasnya.
Kehadiran aparat kepolisian bersama pemerintah desa mendapat respons positif dari warga.
Upaya cepat tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan sekaligus meminimalkan risiko bencana yang lebih besar.
Editor : Abdul Rochim