Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Grobogan Gandeng Investor, Proyek RDF Ditarget Produksi Akhir Tahun

Intan Maylani • 2026-03-23 19:09:32
DILIRIK: Sejumlah investor saat melakukan survei ke TPA Ngembak Purwodadi.
DILIRIK: Sejumlah investor saat melakukan survei ke TPA Ngembak Purwodadi.

GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan terus mematangkan rencana pengolahan sampah modern berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) dengan menggandeng investor. Awal Maret lalu, pembahasan intensif dilakukan bersama PT Indocement dan calon investor PT Bio Cipta Lestari di Jakarta.

Kabid Infrastruktur, Kewilayahan, Perekonomian dan SDA Bapperida Grobogan, Candra Yulian Pasha mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah kendala krusial yang harus segera diatasi agar kerja sama bisa dieksekusi.

Salah satu tantangan utama adalah pengiriman bahan baku sampah ke RDF plant yang menjadi tanggung jawab Pemkab Grobogan. Selain itu, pembangunan hangar juga menjadi kebutuhan penting dalam mendukung operasional.

“Kalau ingin segera eksekusi, memang ada beberapa kendala. Termasuk pengiriman bahan baku ke RDF plant dan pembangunan hangar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya Pemkab Grobogan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 12,5 miliar pada 2026 untuk melanjutkan pembangunan hangar.

Namun, adanya pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) membuat anggaran tersebut harus direformulasi.

“Kondisi fiskal kita terbatas. Anggaran hangar yang sudah disiapkan akhirnya harus menyesuaikan prioritas pembangunan,” keluhnya.

Meski begitu, Pemkab tetap berkomitmen menjalankan program pengelolaan sampah tersebut. Selama sistem masih bisa berjalan, pembangunan hangar tidak akan menjadi penghambat utama.

Kendala lain muncul dari keterbatasan alat berat. Saat ini, sebagian besar alat berat yang dimiliki sudah berusia tua, sehingga dinilai kurang optimal untuk memenuhi target pasokan sampah hingga 200 ton per hari.

“Dengan kondisi alat berat yang ada, untuk mencukupi 200 ton per hari itu cukup berat,” ungkapnya.

Melihat situasi tersebut, Pemkab Grobogan mengajukan permintaan bantuan kepada pihak investor, khususnya PT Indocement, terkait penyediaan alat berat dan pembangunan hangar.

“Kami usulkan, apakah bisa dibantu alat berat dan hangarnya,” imbuhnya.

Gayung bersambut, pihak investor disebut bersedia membantu. Namun, detail dukungan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS).

Jika seluruh proses perizinan dan kerja sama rampung, pembangunan hangar direncanakan dilakukan di TPA Ngembak, Purwodadi, sekaligus diikuti dengan penyediaan alat berat pendukung.

Pemkab Grobogan pun memasang target ambisius. Proyek RDF ini ditargetkan mulai tahap commissioning pada November 2026, dan sudah bisa berproduksi penuh pada Desember 2026.

"Pihak swasta kali ini tak menyasar sampah segar (fresh waste), difokuskan pada pemanfaatan sampah lama di zona landfill yang sudah tidak aktif (pasif).

Timbunan sampah tersebut direncanakan untuk ditambang dan diolah menjadi RDF, bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh industri semen," ujarnya.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengatasi persoalan sampah di Grobogan sekaligus menghasilkan energi alternatif yang bernilai ekonomi. (int)

Editor : Admin
#RDF #sampah #grobogan