GROBOGAN– Pohon trembesi berukuran besar yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun tumbang di kawasan Alun-Alun Purwodadi, tepatnya di Jalan KS Tubun depan Kantor BRI Purwodadi, Sabtu malam (21/3/2026).
Kejadian tersebut sempat menutup akses jalan di kawasan pusat kota hampir 12 jam lamanya.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.30 WIB setelah hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Grobogan sejak pukul 20.00 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB.
Pohon trembesi yang berada di seputaran Alun-Alun Purwodadi itu roboh akibat kuatnya terpaan angin.
Batang pohon yang besar melintang di badan jalan sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat terganggu.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, mengatakan pihaknya langsung melakukan asesmen setelah menerima laporan dari warga terkait pohon tumbang tersebut.
“Tim segera melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan pohon tumbang yang menutup akses jalan,” ujarnya.
Penanganan dilakukan pada Minggu pagi (22/3/2026) mulai sekitar pukul 08.00 hingga 11.00 WIB oleh tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD Grobogan, relawan kebencanaan, TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, PLN, PMI serta masyarakat sekitar.
"Petugas melakukan pemotongan batang dan pembersihan ranting pohon trembesi yang menutup jalan.
Setelah proses evakuasi berlangsung beberapa jam, akses jalan di depan BRI Purwodadi akhirnya dapat kembali dilalui kendaraan sekitar pukul 11.00 WIB," ungkapnya.
Selain pohon tumbang, hujan deras malam itu juga memicu banjir di sejumlah wilayah seperti Kelurahan Grobogan, Desa Klambu dan Desa Penganten.
Air banjir berasal dari aliran kawasan hutan Kendeng Utara yang meluap ke permukiman warga.
Di Desa Klambu, banjir sempat menggenangi jalan kampung dengan ketinggian sekitar 10 hingga 50 sentimeter dan masuk ke beberapa rumah warga dengan ketinggian sekitar 5 hingga 10 sentimeter.
Sementara di Desa Penganten, banjir juga menggenangi jalan kampung dengan ketinggian sekitar 30 hingga 50 sentimeter dan sempat masuk ke rumah warga.
BPBD Grobogan mencatat banjir di sejumlah wilayah tersebut mulai surut pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
"Warga bersama relawan kemudian melakukan pembersihan sisa lumpur yang terbawa banjir," imbuhnya.
Wahyu Tri Darmawanto mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, maupun pohon tumbang. (int)
Editor : Admin