GROBOGAN – Realisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Grobogan masih tergolong rendah. Hingga akhir Februari 2026, capaian baru menyentuh angka 5,95 persen, jauh di bawah target nasional sebesar 30 persen.
Untuk mengejar target tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Grobogan bekerja sama dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat. Upaya ini difokuskan pada percepatan aktivasi IKD, khususnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sekretaris Dispendukcapil Grobogan, Srie Ismunarminingsih, menegaskan bahwa ASN kini diwajibkan memiliki IKD. Hal ini seiring dengan penerapan layanan kepegawaian berbasis digital, termasuk melalui platform MyASN.
Menurutnya, ASN harus menjadi teladan dalam penggunaan layanan digital pemerintah. Terlebih, IKD kini telah terintegrasi dengan berbagai layanan, sehingga aktivasi tidak bisa lagi ditunda.
Meski demikian, masih banyak ASN yang belum mengaktifkan IKD, terutama dari kalangan tenaga pendidik. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
Sebagai langkah percepatan, Dispendukcapil menyediakan berbagai kanal layanan aktivasi.
Masyarakat dapat melakukan aktivasi IKD di 251 desa yang telah memiliki layanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), serta di kantor kecamatan dan kantor Dispendukcapil.
Selain itu, inovasi layanan Dik Vica (Daftarkan IKD via Video Call) turut dihadirkan untuk mempermudah proses aktivasi tanpa harus datang langsung.
Melalui layanan ini, masyarakat cukup melakukan video call dengan petugas untuk mendapatkan barcode registrasi IKD.
Layanan Dik Vica dapat diakses melalui nomor 0821-3831-2220 dan 0852-9282-4843.
Sebelum melakukan aktivasi, masyarakat diimbau untuk mengunduh aplikasi IKD melalui Play Store atau App Store serta melengkapi data yang diperlukan.
Dengan berbagai upaya tersebut, Dispendukcapil Grobogan berharap capaian IKD dapat segera meningkat, sekaligus mendorong transformasi layanan administrasi kependudukan yang lebih modern dan efisien.