Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Wamentan di Grobogan: Pasokan Energi Tak hanya Lewat Selat Hormuz, Bisa Dialihkan ke AS

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 4 Maret 2026 | 15:44 WIB

Wamentan RI Sudaryono saat di Boyong Grobog HUT ke-300 Grobogan.
Wamentan RI Sudaryono saat di Boyong Grobog HUT ke-300 Grobogan.

GROBOGAN – Saat menghadiri prosesi Boyong Grobog dalam rangka Hari Jadi ke-300 Kabupaten Grobogan, Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono turut menyinggung isu global yang tengah menjadi perhatian, yakni potensi dampak ketegangan di Selat Hormuz terhadap pasokan energi dunia.

Pria yang pernah menjadi asisten pribadi (Aspri) Prabowo Subianto pada 2010 ini menjelaskan bahwa Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada jalur tersebut.

Meski sekitar 60 persen distribusi energi dunia melintasi Selat Hormuz, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif.

“Energi kita tidak hanya bersumber dari satu jalur. Salah satunya juga dari Amerika Serikat, dan itu tidak melalui Selat Hormuz,” ujarnya.

Menurutnya, diversifikasi sumber impor menjadi kunci menjaga stabilitas nasional. Jika terjadi gangguan di satu kawasan, Indonesia masih memiliki alternatif pasokan dari negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin ketergantungan pada satu wilayah membuat Indonesia rentan terhadap gejolak geopolitik.

Karena itu, strategi perdagangan dan energi dirancang lebih terbuka dan menyebar ke berbagai mitra.

Beberapa mitra yang disebut antara lain Kanada, Uni Eropa, serta Peru, selain tentu dengan Amerika Serikat dan negara lainnya.

Ia juga menyebut kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas jejaring perdagangan bebas menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

“Kalau impor, tidak dari satu dua negara saja. Kalau ekspor juga, pasar tujuan tidak tergantung pada satu dua negara,” tegasnya.

Dengan pola kerja sama yang terdiversifikasi, Indonesia dinilai lebih siap menghadapi dinamika global tanpa harus khawatir berlebihan terhadap satu titik krusial seperti Selat Hormuz. (int)

Editor : Abdul Rochim
#selat hormuz #grobogan