Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Usai Treatment Sehari, Api Abadi Mrapen Grobogan Kembali Menyala Kuat

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 11 Februari 2026 | 20:28 WIB
MENYALA: Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan saat kembali menyala.
MENYALA: Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan saat kembali menyala.

GROBOGAN- Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas Kecamatan Godong sempat padam akibat sumber gasnya tertutup endapan lumpur.

Namun berkat penanganan cepat dan teknis, api legendaris itu kini kembali menyala stabil dan terus hidup tanpa henti sejak awal pekan ini.

Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rafiqi, mengungkapkan proses perbaikan dilakukan secara intensif pada Sabtu, mulai pukul 09.00 hingga 20.00 WIB.

Penataan api mrapen ini langsung rampung dalam satu hari. 

Keesokan harinya, Minggu, tungku dibiarkan kering terlebih dahulu.

Lalu diuji coba pada Senin (9/2) sejak pukul 07.00 WIB. Hingga Rabu, api terus menyala stabil.

Bahkan, pada Rabu (11/2) sore, saat hujan deras mengguyur kawasan Api Abadi Mrapen, nyala api tetap terlihat kuat dan stabil.

Percikan hujan yang jatuh ke area tungku tidak sedikit pun memadamkan kobaran api,

"Pengerjaan dilakukan oleh dua petugas khusus yang menangani gas. Treatment-nya cukup cepat, sehari langsung rampung,” kata Annas.

Ia menjelaskan, inti penanganan dilakukan pada tungku sumber api.

Endapan lumpur dan air yang menutup saluran gas disedot menggunakan alat khusus berupa pompa air (sibel). 

Proses penyedotan dilakukan langsung di dalam tungku yang sudah dicor.

“Tungku di sumber apinya dibersihkan. Menggunakan alat khusus seperti pompa air (sibel) untuk menyedot endapan lumpur dan air yang menutupi saluran gas. Posisinya di dalam tungku yang telah dicor,” ungkapnya.

Menurut Annas, endapan lumpur itulah yang menyebabkan sumber gas dari dalam tanah tertutup.

Sehingga aliran gas melemah dan api nyaris padam.

Selama ini, konstruksi tungku yang berisi bebatuan yang dicor justru berfungsi menjaga kestabilan api agar tetap kuat dan terkontrol.

Terkait langkah perawatan ke depan, pihak pengelola masih menunggu arahan lebih lanjut dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, serta petunjuk teknis dari Dinas ESDM.

Kalau treatment dari Dispora, pihaknya menunggu pengarahan langsung dari ESDM.

"Harus bagaimana ke depan supaya api tetap stabil. Apakah perlu tambahan alat penyedot air atau lumpur, semua nunggu arahan dari Dinas ESDM,” ujarnya.

Annas juga menyebut, peristiwa tertutupnya sumber gas oleh endapan lumpur ini baru pertama kali terjadi di Api Abadi Mrapen.

“Dulu sempat ada pesan dari Dinas ESDM, setiap tiga sampai lima tahun harus ada pembersihan supaya apinya tetap kuat. Mungkin ini memang waktunya harus dibersihkan,” imbuhnya.

Kembalinya nyala Api Abadi Mrapen tak hanya menjadi kabar baik bagi pengelola dan wisatawan.

Hal ini juga menegaskan bahwa ikon api suci yang telah berabad-abad menyala ini masih terjaga eksistensinya—bukan sekadar sebagai objek wisata, tetapi sebagai simbol sejarah, budaya, dan spiritualitas yang hidup di jantung Grobogan. (int)

Editor : Abdul Rochim
#mrapen #grobogan #api abadi mrapen hidup lagi