Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Warga dan Pejabat di Grobogan Ramai-Ramai Cabut Paku

Abdul Rochim • Selasa, 10 Februari 2026 | 06:32 WIB
CABUT PAKU: Wabup Grobogan Sugeng Prasetyo bersama pejabat lainnya mencabuti paku di pohon-pohon di Jalan R Soeprapto. (SIROJUL MUNIR/RADAR PATI)
CABUT PAKU: Wabup Grobogan Sugeng Prasetyo bersama pejabat lainnya mencabuti paku di pohon-pohon di Jalan R Soeprapto. (SIROJUL MUNIR/RADAR PATI)

GROBOGAN – Ada yang berbeda dalam acara Car Free Day (CFD) di Jalan R Soeprapto Purwodadi, Minggu (8/2).

Puluhan Anggota TNI, Polri dan ASN serta warga masyarakat di Kabupaten Grobogan mengikuti acara bersih-bersih usai senam bersama.

Kegiatan tersebut diisi dengan aksi cabut paku di pohon sepanjang Jalan R Soeprapto mulai Simpang Lima Purwodadi sampai di perempatan RS Panti Rahayu Yakkum Purwodadi.

Pengambilan paku dilakukan dengan alat sederhana yang juga diikuti oleh seluruh Kepala OPD se Kabupaten Grobogan.

Sebelum aksi bersih-bersih dilakukan deklarasi gerakan anti sampah yang dipimpin Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo.

Sekda Grobogan Anang Armunanto mengatakan, rangkaian kegiatan senam bersama dan aksi bersih sampah ini merupakan rangkaian HUT Kabupaten Grobogan ke 300.

Kemudian menyongsong hari sampah nasional.

”Karena kepedulian pengelolaan sampah ini juga menindaklanjuti perintah presiden untuk korve, korve, korve,” kata Anang Armunanto.

Acara bersih-bersih tersebut juga diikuti oleh Forkopinda, OPD, Polri, TNI dan warga masyarakat.

Mereka melaksanakan kegiatan peduli sampah. Dimana aksi bersih-bersih tersebut untuk membentuk gerakan peduli sampah.

”Kami imbau kepada masyarakat agar bisa mengelola sampahnya sendiri. Jika terpaksa dibuang harus dibuat ditempat yang telah disediakan dengan membedakan yang organik dan non organik,” ujarnya.

Selain itu, juga harus membiasakan diri untuk perorangan, berkelompok dan usaha untuk mengurangi.

Dimana tidak bisa menghilangkan semua. Namun, bisa dibuat dengan cara mengurangi.

Seperti di mall, pusat perbelanjaan dan toko agar membawa kantong sampah sendiri.

Dari pengusaha sendiri juga diharapkan tidak menyediakan kantong plastic secara otomatis.

”Boleh tetapi harus berbayar dan bila perlu harganya lebih mahal agar bawa kantong sendiri,” terang dia.

Sementara itu, terkait aksi cabut paku tersebut karena pohon adalah mahluk hidup.

Sehingga perlu ada perhatian. Karena paku di pohon juga tidak baik. Maka gerakan cabut paku harus digelorakan.

”Aksi cabut ini sebagai kepedulian untuk pohon agar dapat perhatian,’ tandasnya. (mun/him)

Editor : Abdul Rochim
#car free day #sekda Grobogan Anang Armunanto #cabut paku dari pohon #grobogan