Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Rawan Risiko, Perlintasan Sebidang di Tambirejo Grobogan Dievaluasi

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 10 Februari 2026 | 06:23 WIB
INSPEKSI: Satlantas dan Dishub Grobogan saat meninjau perlintasan sebidang di Desa Tambirejo Kecamatan Toroh.
INSPEKSI: Satlantas dan Dishub Grobogan saat meninjau perlintasan sebidang di Desa Tambirejo Kecamatan Toroh.

GROBOGAN – Titik rawan kecelakaan di perlintasan kereta api kembali jadi sorotan.

Satlantas Polres Grobogan turun langsung melakukan inspeksi intensif di perlintasan sebidang JPL 20 KM 10+7/8, Dusun Sanggeh, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Jumat (6/2/2026).

Tak sendirian, inspeksi ini melibatkan kolaborasi lintas instansi: Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) wilayah Semarang, Dinas Perhubungan Grobogan, serta pemerintah desa setempat.

Sinergi ini menjadi bukti keseriusan semua pihak dalam menutup celah risiko kecelakaan di jalur perlintasan kereta api.

Satlantas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani melalui Kanit Kamsel Ipda Novi Ariani, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata menjaga nyawa pengguna jalan.

“Kami tidak hanya melihat secara kasat mata, tetapi melakukan pengecekan menyeluruh—mulai dari kondisi fisik perlintasan, rambu peringatan, hingga kesiapan fasilitas keselamatan,” tegasnya.

Dalam inspeksi tersebut, tim menyisir detail penting: palang pintu, lampu peringatan, marka jalan, hingga kondisi rel kereta.

Bahkan, potensi bahaya di sekitar lokasi juga dievaluasi secara teknis untuk memetakan risiko kecelakaan yang mungkin terjadi.

Kehadiran DJKA wilayah Semarang dan Dishub Grobogan menjadi elemen krusial dalam memastikan setiap fasilitas memenuhi standar keselamatan nasional.

Ipda Novi menambahkan, inspeksi rutin seperti ini adalah strategi pencegahan jangka panjang agar perlintasan sebidang tidak berubah menjadi titik rawan tragedi.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Dengan koordinasi lintas sektor, potensi bahaya bisa ditekan sedini mungkin,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, petugas juga melakukan edukasi langsung kepada warga dan pengguna jalan.

Imbauan disampaikan agar masyarakat selalu waspada, mematuhi rambu, berhenti saat sinyal peringatan aktif, dan tidak menerobos marka di jalur kereta api.

Sementara itu, Kepala Desa Tambirejo Yakub Raras Puspitanianto turut menyampaikan kondisi riil di lapangan serta aspirasi warga yang selama ini beraktivitas di sekitar jalur rel.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga mengaku lebih tenang karena perlintasan di wilayah mereka mendapat pengawasan serius dari aparat dan instansi terkait. (int)

Editor : Abdul Rochim
#DJKA #grobogan #perlintasan sebidang