Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Api Abadi Mrapen di Grobogan Disiapkan Menyala Kembali Dalam Sepekan

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 3 Februari 2026 | 14:17 WIB
PENGECEKAN: Dinas ESDM dan Dispora Provinsi Jateng saat mengecek sumber padamnya Api Mrapen di Desa Manggarmas Kecamatan Godong.
PENGECEKAN: Dinas ESDM dan Dispora Provinsi Jateng saat mengecek sumber padamnya Api Mrapen di Desa Manggarmas Kecamatan Godong.

GROBOGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan Api Abadi Mrapen tidak padam secara permanen.

Saat ini, penanganan teknis telah disiapkan melalui treatment khusus pada sumber gas yang tersumbat lumpur, dengan target api kembali menyala normal dalam waktu sepekan.

Gangguan Api Abadi Mrapen mulai terdeteksi sejak 29 Desember 2025. Api yang biasanya menyala stabil mulai mengecil dan tidak normal.

Saat dilakukan pengecekan lapangan menggunakan pipa pralon sisa sepanjang 10 meter, justru yang keluar adalah air, bukan gas.

Pada malam 31 Desember 2025, api masih terlihat menyala, namun dengan intensitas kecil.

Namun pada 1 Januari 2026, api tersebut benar-benar padam dan tidak bisa lagi dinyalakan meskipun dipancing dengan korek api.

Petugas Api Abadi Mrapen, Anas Rofiqi, mengungkapkan bahwa kondisi api sudah tidak bisa dipicu sama sekali.

“Tanggal 31 Desember malam masih hidup. 1 Januari mati, nggak nyala. Saya kasih korek juga nggak nyala. Ada suara ‘utuk-utuk’, saya cek lagi tetap nggak bisa,” ungkapnya.

Selain itu, dari lubang api juga tercium bau menyengat seperti telur busuk, meski kondisi lubang justru penuh air.

Bahkan, pada saat pengecekan ini, pihaknya sempat menyulut sumber api dengan korek.

Meski menyala namun intensitas kecil dan hanya bertahan paling lama sekitar dua jam.

Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Dwi Suryono, menjelaskan bahwa secara ilmiah kandungan gas Api Abadi Mrapen masih melimpah.

Padamnya api bukan disebabkan habisnya gas, melainkan karena jalur aliran gas tertutup lumpur.

“Gas itu butuh celah untuk mengalir ke sumbernya. Sekarang posisinya tersumbat oleh lumpur. Maka harus di-treatment agar gasnya bisa normal kembali,” jelasnya.

Treatment yang dilakukan berupa proses flashing atau pembersihan pada sumber gas.

Lumpur yang menyumbat jalur aliran gas akan dibersihkan agar gas kembali mengalir ke permukaan.

“Sumbernya akan dibersihkan kembali supaya lumpur yang tersumbat bisa terangkat dan gasnya bisa mengalir lagi. Untuk kandungan gasnya, berdasarkan penelitian tenaga ahli, gasnya masih melimpah dan masih cukup banyak,” tegasnya.

Ia juga menyebut, kondisi ini berpotensi berkaitan dengan peristiwa tahun 2021, ketika di sekitar kawasan Mrapen terdapat aktivitas pengeboran sumur yang menyebabkan kebocoran gas.

Namun yang paling pasti, menurutnya, saat ini gas tertutup oleh media lumpur sehingga membutuhkan penanganan teknis. (int/him)

Editor : Abdul Rochim
#Api Abadi Mrapen #grobogan #api abadi mrapen hidup lagi