GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten Grobogan memastikan kesiapan anggaran pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dengan menyiapkan dana sebesar Rp 7 miliar.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung penyelenggaraan Pilkades di 223 desa yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
Kabid Pemerintahan Desa Dispermades Grobogan, Herman Kusdharyanto, mengatakan dana Pilkades tersebut tidak dikelola oleh dinas, melainkan langsung disalurkan ke rekening masing-masing desa melalui bankeu.
“Anggaran dari BPPKAD langsung masuk ke desa. Dispermades tidak menerima transfer. Seluruh pengadaan dilaksanakan oleh desa sesuai ketentuan Peraturan Bupati,” ujar Herman.
Menurutnya, dana Rp 7 miliar tersebut akan diperuntukkan bagi kebutuhan utama Pilkades, seperti honor panitia selama empat bulan, pengadaan bilik suara dan kotak suara, serta pencetakan surat suara.
Herman menambahkan, karena kemampuan anggaran kabupaten terbatas, pemerintah desa diminta menyiapkan anggaran pendamping untuk kebutuhan teknis yang belum terakomodasi.
“Desa perlu mengalokasikan dana untuk petugas lapangan, mulai dari penyebaran undangan, coklit, pendaftaran pemilih, hingga pengamanan,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan Pilkades di Grobogan akan dibagi menjadi dua gelombang.
Gelombang pertama akan digelar pada Desember 2026 dan diikuti 223 desa, termasuk 11 desa yang saat ini dijabat penjabat kepala desa.
Jumlah tersebut bertambah satu desa dari rencana awal karena Desa Warukaranganyar dimasukkan lebih awal menyusul meninggalnya kepala desa definitif.
“Seharusnya 222 desa, tetapi Warukaranganyar ikut gelombang pertama karena saat ini dipimpin Pj,” kata Herman.
Adapun kepala desa terpilih hasil Pilkades gelombang pertama direncanakan dilantik pada Maret 2027.
Sementara gelombang kedua akan diikuti 50 desa, dilaksanakan Oktober 2027, dengan pelantikan dilaksanakan Desember 2027.
Dengan skema tersebut, Pemkab Grobogan berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai regulasi, meski digelar secara serentak di ratusan desa. (int)
Editor : Abdul Rochim