GROBOGAN – Sekolah dasar kecil yang berada di tengah kawasan hutan dan sempat viral karena kondisinya yang memprihatinkan akhirnya akan direhabilitasi tahun ini.
SDN Kecil Karangasem, Kecamatan Wirosari, mendapat alokasi anggaran perbaikan dari APBD Kabupaten Grobogan senilai Rp 660 juta.
Kabid Pembinaan SD Disdik Grobogan, M. Irfan, mengatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk memperbaiki bangunan utama sekolah yang selama ini kondisinya sudah tidak layak, terutama ruang kelas lama yang belum pernah tersentuh perbaikan.
“Sekolah ini memang masuk prioritas. Salah satu ruang kelasnya masih bangunan lama dan kondisinya paling membutuhkan perbaikan,” ujar Irfan.
Ia menjelaskan, perbaikan meliputi rehabilitasi ruang kelas, perbaikan struktur bangunan, dinding, lantai, serta peningkatan kenyamanan dan keamanan ruang belajar.
Selain itu, perbaikan juga menyasar ruang penunjang agar aktivitas belajar mengajar bisa berjalan lebih optimal.
Saat ini, SDN Kecil Karangasem hanya memiliki tiga ruang kelas dan satu ruang guru.
Dari jumlah tersebut, satu ruang kelas lama menjadi fokus utama rehabilitasi karena faktor usia bangunan dan keterbatasan fasilitas.
Selain perbaikan fisik bangunan, Disdik Grobogan juga akan mengusulkan penambahan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.
Di antaranya pengadaan meja dan kursi siswa yang selama ini masih terbatas.
“Nanti juga akan diusulkan tambahan sarpras, khususnya meja dan kursi siswa. Perkiraannya sekitar 10 sampai 15 kursi. Untuk di APBD ini belum bisa,” tambah Irfan.
Sekolah yang berada di Dusun Sidorejo, Desa Karangasem ini saat ini menampung 26 siswa dari lingkungan sekitar.
Meski kecil dan terpencil, sekolah tersebut menjadi tumpuan utama pendidikan dasar bagi anak-anak setempat.
Dengan adanya rehabilitasi senilai Rp 660 juta tahun ini, Disdik Grobogan berharap kondisi fisik sekolah dapat jauh lebih layak, aman, dan nyaman, sehingga mendukung proses belajar mengajar di sekolah yang selama ini bertahan di tengah keterbatasan. (int)
Editor : Achmad Ulil Albab