GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten Grobogan tancap gas menyiapkan pembangunan tahun depan.
Sebanyak 33 paket pekerjaan yang dibiayai APBD 2026 sudah dipastikan lebih dulu melalui skema kontrak dini, bahkan sebelum tahun anggaran berjalan.
Langkah ini diambil agar pelaksanaan proyek tidak lagi molor di awal tahun.
Penandatanganan kontrak dilakukan di Pendapa Kabupaten Grobogan pada Selasa (30/12/2025).
Kebijakan ini menjadi sinyal keseriusan pemkab dalam mempercepat proses pembangunan sekaligus memangkas waktu yang biasanya habis untuk urusan administrasi.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Grobogan, Muhlisin, menjelaskan bahwa seluruh proses pengadaan untuk paket-paket tersebut telah dirampungkan sejak akhir 2025.
Dengan demikian, pekerjaan bisa langsung dikerjakan begitu Tahun Anggaran 2026 dimulai.
“Untuk 2026, lelang sudah kami tuntaskan sekarang. Jadi tidak ada lagi alasan menunggu, pekerjaan bisa langsung jalan,” katanya.
Dari total paket yang telah dikontrak, dua di antaranya merupakan proyek melalui mekanisme tender di Dinas PUPR yang difokuskan pada perbaikan infrastruktur jalan.
Yakni, peningkatan ruas Jalan Taruman–Lengki di Kecamatan Klambu dengan nilai sekitar Rp 1,07 miliar dan ruas Jalan Pahesan–Sambung di Kecamatan Godong senilai kurang lebih Rp 2,92 miliar.
Sementara itu, 31 paket lainnya masuk kategori non-tender.
Mayoritas, yakni 28 paket, berada di bawah Dinas PUPR, sedangkan tiga paket sisanya dikelola BPBD untuk mendukung penanganan kebencanaan serta infrastruktur pendukung.
“Jenis pekerjaannya bermacam-macam. Ada drainase, jalan lingkungan, hingga kebutuhan kebencanaan seperti pengadaan karung,” jelas Muhlisin.
Dengan kontrak dini tersebut, Pemkab Grobogan menargetkan pekerjaan fisik dapat langsung dimulai sejak awal tahun.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan sejumlah proyek sudah bisa digarap mulai Januari jika kondisi lapangan memungkinkan.
“Intinya percepatan. Kami ingin hasil pembangunan bisa lebih cepat dinikmati masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, Muhlisin menilai kontrak dini bukan hanya soal efisiensi waktu, tetapi juga komitmen bersama antara pemerintah dan penyedia jasa.
Menurutnya, kesepakatan yang dibuat sejak awal menjadi fondasi kebersamaan dalam membangun daerah.
“Bukan sekadar kontrak, ini kesepakatan untuk saling menjaga komitmen. Semangatnya gotong royong membangun Grobogan,” pungkasnya.
Melalui langkah ini, Pemkab Grobogan berharap geliat pembangunan dapat langsung terasa sejak awal 2026, sekaligus mendorong perputaran ekonomi dan mempercepat dampak positif bagi masyarakat luas. (int/him)
Editor : Abdul Rochim