Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Tiga Hari Disisir! Bapanas Telusuri Harga Beras di Grobogan, Ada Apa?

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 2 Desember 2025 | 23:23 WIB
SIDAK: Bapanas saat sidak di sejumlah titik Kabupaten Grobogan.
SIDAK: Bapanas saat sidak di sejumlah titik Kabupaten Grobogan.

GROBOGAN– Badan Pangan Nasional (Bapanas) turun langsung ke Kabupaten Grobogan selama tiga hari. Kedatangannya untuk menelusuri harga beras dan memastikan seluruh komoditas masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Langkah ini diambil setelah muncul dugaan kenaikan harga beras di berbagai daerah, termasuk beberapa titik di Pulau Jawa yang dinilai perlu mendapatkan atensi khusus.

Penyidikan dilakukan bersama Polres Grobogan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan, serta Dinas Ketahanan Pangan Daerah (DKPD).

Tim gabungan bergerak ke sejumlah lokasi strategis seperti toko ritel, Pasar Induk Purwodadi, dan beberapa distributor yang dianggap mewakili sampel harga di lapangan.

Staf Bapanas, Ians Adji Adhitama, menjelaskan bahwa penyidikan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian harga beras nasional.

"Bapanas sebelumnya telah melakukan pemantauan di Papua dan Maluku, namun temuan terbaru menunjukkan bahwa di Jawa juga terdapat beberapa titik yang terindikasi mengalami kenaikan harga," ujarnya.

Karena itu, pengecekan di Grobogan dilakukan untuk memastikan apakah benar harga beras melampaui HET atau hanya terjadi kesalahan data dalam pelaporan.

Selain Ians, kegiatan tersebut diikuti Polres Grobogan, Disperindag serta DKPD Grobogan. Kehadiran seluruh instansi ini dimaksudkan agar proses penyidikan berjalan lebih akurat dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

"Dari hasil pengecekan sementara, harga beras di Kabupaten Grobogan dinyatakan aman. Di toko ritel, pasar induk, maupun distributor, harga beras premium, medium, dan SPHP seluruhnya masih berada dalam batas HET untuk Zona 1 Pulau Jawa," paparnya.

Ians menyebut kesesuaian harga ini menunjukkan bahwa stabilitas beras di Grobogan relatif terjaga dan tidak ditemukan indikasi kecurangan harga.

Meski demikian, persoalan berbeda muncul pada harga gabah. Ians mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan ternyata lebih kompleks dari perkiraan awal. Walaupun Bapanas tidak melakukan pemantauan khusus terhadap HET gabah, tim menemukan masih adanya penjualan gabah di atas Rp6.500 per kilogram.

"Temuan ini akan didalami lebih lanjut untuk mengetahui apakah diperlukan penyesuaian HET gabah atau ada pihak yang harus ditindak karena menjual di luar ketentuan," imbuhnya.

Ians menegaskan bahwa tujuan utama penyidikan ini adalah memastikan tidak ada fluktuasi harga yang berlebihan sehingga stabilitas beras bagi masyarakat tetap terjaga. (int)

Editor : Zainal Abidin RK
#Bapanas #jawa tengah #DKP #het #zona #grobogan