GROBOGAN – Gelaran Warung Tekan (Wartek) Inflasi kembali membludak.
Sejak pagi hari, warga langsung menyerbu pasar murah yang digelar Disperindag Grobogan di kawasan Pusat Kuliner Purwodadi.
Program ini terus menjadi senjata ampuh Pemerintah Kabupaten Grobogan untuk menahan laju inflasi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kabid Perdagangan Disperindag Grobogan, Christina Setyaningsih, menyampaikan bahwa Wartek Inflasi digelar sebagai langkah cepat pemerintah menjaga stabilitas harga pangan.
Pada kegiatan kali ini, pasokan sengaja diperbanyak karena tingginya minat masyarakat, terutama untuk komoditas yang setiap hari dibutuhkan.
Beras Jadi Buruan Utama
Beras tetap menjadi magnet bagi warga. Beras SPHP dijual hanya Rp57 ribu per 5 kilogram, sedangkan beras premium dibanderol Rp74.500 per 5 kilogram—jauh lebih rendah dibanding harga pasar namun tetap mengikuti HET.
Total beras yang disediakan mencapai 5 kuintal, atau sekitar 100 paket.
Selain beras, dua komoditas lain yang juga laris manis adalah:
- Minyak goreng 500 ml: Rp15 ribu (stok 72 botol)
- Gula pasir 1 kg: Rp15 ribu (stok 50 paket)
Baca Juga: Jalan TPI Sarang Akhirnya Diperbaiki, Rp170 Juta Digelontorkan Demi Lancarnya Aktivitas Nelayan
Kolaborasi Bulog – BKK – UMKM
Program pasar murah ini terselenggara berkat kerja sama Disperindag, Bulog, dan BKK.
BKK melayani penjualan dalam format paket sembako, namun tetap membuka opsi pembelian eceran bagi warga yang membutuhkan satuan.
Tak hanya itu, Asosiasi Pasar Tani juga ikut meramaikan acara dengan menyediakan telur, minyak, gula, hingga produk UMKM lokal dengan harga diskon
Promo Aplikasi Kamoe: Dapat Potongan Harga Tambahan
Wartek Inflasi kini semakin modern. Melalui aplikasi Kamoe, pembeli bisa mendapatkan harga lebih miring.
Paket lengkap berisi beras–minyak–gula dari harga Rp87.500 turun menjadi Rp79.500 jika dibeli via aplikasi. Hal ini membuat antrean semakin memanjang.
Permintaan Tinggi, Rencana Digelar Lebih Sering
Christina menyebut, sepanjang tahun ini Wartek Inflasi baru digelar tiga kali, dan satu kegiatan lagi dijadwalkan pada Desember.
Ia berharap tahun depan program ini dapat rutin dilaksanakan minimal sebulan sekali, agar dampaknya lebih terasa bagi masyarakat yang mengandalkan harga stabil.
Antrean Warga Mengular
Di tengah keramaian, Nur Indah, warga Plendungan, tampak girang setelah mendapatkan paket sembako murah.
Ia mengaku baru pertama kali datang setelah mendengar info dari arisan ibu-ibu.
“Ternyata harganya jauh lebih murah dari pasar. Bisa dapat sepaket lengkap, lumayan menghemat,” ujarnya.
Sebagai pedagang bubur, ia merasa harga murah sangat membantu kebutuhan usaha hariannya.
“Kalau bisa sering-sering ada. Pedagang kecil seperti saya sangat terbantu,” tambahnya.
Dengan pasokan cukup, harga ramah di kantong, serta sistem yang semakin mudah, Wartek Inflasi kembali menjadi solusi cepat pemerintah daerah dalam memastikan sembako tetap terjangkau di tengah fluktuasi harga pasar.(*)
Editor : Alfian Dani