RADAR KUDUS - Kebijakan pembatasan kuota solar bersubsidi yang mulai diberlakukan sejak awal November lalu, diduga menjadi pemicu antrean pembeli solar di sejumlah SPBU.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan melaui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Polres Grobogan turun ke lapangan untuk memantau situasi kemarin.
Dua titik yang dipantau, SPBU Nglejok dan SPBU Gajah Mada. Dua SPBU itu, mengalami kekosongan stok solar.
”Memang hasil pemantauan dua SPBU (SPBU Nglejok dan SPBU Gajah Mada) kosong. Kami pastikan di semua SPBU kekurangan bahan bakar solar,” ungkap Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setyawan kemarin.
Ia menjelaskan, pembatasan kuota solar ini, merupakan kebijakan baru yang diterapkan di Kabupaten Grobogan.
Jika sebelumnya tidak ada batasan dalam penebusan BBM bersubsidi, pada bulan ini setiap SPBU mendapat alokasi lebih terbatas.
”Ada sedikit pembatasan yang menurut analisa kami membuat antrean panjang di beberapa SPBU,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan, stok solar di SPBU Ayodya hanya sekitar 56 kiloliter untuk delapan hari.
Sedangkan di SPBU Gajah Mada ada 80 kiloliter untuk delapan hari. Dengan rata-rata jatah 10 kiloliter per hari. Pasokan itu langsung habis setiap kali pengiriman datang.
”Barang (solar, Red) datang langsung keluar semua dan habis. Bahkan, ada SPBU yang menjadwalkan pengisian malam hari pukul 19.00 hingga 00.00,” terang Pradana.
Selain karena pembatasan, antrean panjang juga diduga diperparah oleh pengalihan arus kendaraan ke Purwodadi, akibat genangan rob di Jalur Pantura. Ini jadi meningkatkan konsumsi solar di wilayah Grobogan.
Pemerintah kini tengah berkoordinasi dengan PT Pertamina, DBH Migas, dan Pemprov Jawa Tengah untuk mencari alternatif solusi. Termasuk kemungkinan penambahan alokasi solar.
Disperindag juga mengimbau pengelola SPBU, agar memaksimalkan kuota yang ada dan memperketat penggunaan aplikasi MyPertamina melalui QR-Code, agar penyaluran lebih tepat sasaran.
”Kami berharap situasi ini segera normal. Pemerintah daerah terus berupaya, agar pasokan solar mencukupi kebutuhan masyarakat. Terutama menjelang Natal dan Tahun Baru,” harapnya. (int/lin)
Editor : Abdul Rochim