Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Antrean Pembeli Solar di Grobogan dan Blora Mengular, Ternyata Ini Penyebabnya

Abdul Rochim • Sabtu, 8 November 2025 | 01:32 WIB

 

DEMI DAPAT SOLAR: Antrean panjang truk dan mobil di SPBU Gajah Mada Purwodadi, Kabupaten Grobogan (7/11).
DEMI DAPAT SOLAR: Antrean panjang truk dan mobil di SPBU Gajah Mada Purwodadi, Kabupaten Grobogan (7/11).

 

GROBOGAN – Masyarakat di sejumlah daerah mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dalam sepekan terakhir.

Di antaranya di Grobogan dan Blora. Antrean panjang kendaraan, terutama truk dan mobil bermesin diesel tampak di sejumlah SPBU.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Grobogan Pradana Setiawan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan penyebab berkurangnya pasokan solar ini.

”Kami sudah melakukan konfirmasi ke Pertamina dan masih menunggu hasil resmi. Begitu ada jawaban, pasti kami sampaikan kepada masyarakat,” ujarnya kemarin.

Ia menjelaskan, Disperindag juga terus memantau distribusi solar di seluruh SPBU, agar tidak terjadi penyimpangan maupun penimbunan.

”Kami pastikan pengawasan tetap berjalan. Kalau ada kendala pasokan, segera kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindag Grobogan Christina Setyaningsih menjelaskan, timnya telah mengecek di sejumlah SPBU yang dilaporkan ramai antrean.

Antara lain di SPBU Getasrejo, Jalan Gadjah Mada, Nglejok, dan Toroh.

”Beberapa SPBU memang tampak padat. Terutama di Ngemplak dan Krangganharjo. Kami masih menunggu konfirmasi dari Pertamina untuk memastikan penyebab utamanya,” jelas Christina.

Menurutnya, kuota solar untuk Kabupaten Grobogan tahun ini, mencapai 80.762 kiloliter (KL). Namun menjelang akhir tahun, konsumsi solar biasanya meningkat, karena banyak sektor mengejar target penyelesaian proyek dan aktivitas pertanian meningkat.

”Kami juga tengah mengkaji kemungkinan pengajuan tambahan kuota solar menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Dari pengakuan salah satu petugas SPBU Toroh, stok solar memang mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

”Solar agak langka. Stoknya dikurangi menjelang Nataru (Natal dan Tahun Baru). Jadi, pengirimannya tidak sebanyak biasanya,” ungkapnya.

Dampak kelangkaan ini, juga dirasakan para petani. Seorang petani asal Kecamatan Gabus misalnya, mengaku kesulitan mendapatkan solar untuk mengoperasikan traktor.

Mboten saget nraktor sawah, mboten wonten solar (tidak bisa membajak sawah, tidak ada solar),” keluhnya.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga mastikan bahwa stok BBM di Grobogan masih dalam kondisi aman.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Taufiq Kurniawan menyebut, antrean di beberapa SPBU bukan karena kelangkaan, melainkan peningkatan permintaan.

”Stok aman untuk Grobogan. Saat ini semua sektor sedang kejar target akhir tahun. Jadi kalau antre itu, karena permintaan naik. Bukan karena solar habis,” tegas Taufiq.

Berdasarkan data terakhir per Jumat (7/11) pukul 08.30, stok solar di Grobogan tercatat 232.710 liter. Tersebar di 22 SPBU. Sedangkan stok pertalite mencapai 387.340 liter di 25 SPBU.

Pertamina mengimbau masyarakat, agar tidak panik dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan.

”Distribusi BBM di Grobogan tetap normal. Kami pastikan suplai berjalan lancar,” imbuhnya.

Di Blora, meski ada antrean kendaraan saat pengisian solar di sejumlah SPBU di Blora, Pertamina mengklaim bukan karena kelangkaan. Namun, lantaran adanya peningkatan permintaan yang signifikan.

Pantauan di lapangan kemarin, antrean kendaraan terutama truk dan mobil tampak di SPBU Karangjati.

Deretan kendaraan roda empat itu, mengular hingga depan kantor Dinas Pendidikan.

Seorang sopir truk Dwi mengaku sudah sepekan ini kesulitan mendapatkan solar. Ia terpaksa ikut mengantre, karena di sejumlah SPBU lain solar kosong. ”Sudah pindah tiga SPBU, kosong semua," ujarnya.

Hal itu yang membuat ia terpaksa mengantre. Sejauh ini, menurutnya memang tidak ada pembatasan pembelian, tetapi barangnya sulit.

”Kalau ada barang sih nggak dibatasi. Tapi iki kan sulit. Harus muter cari yang solarnya ada," imbuhnya.

Terpisah, Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah-DIY Taufiq Kurniawan menyebut, stok solar di Kota Sate yang tersebar di 16 SPBU saat ini 100 ribu liter. Dia memastikan aman.

”Situasi solar di Blora stoknya normal. Ada antrean, tapi bukan kelangkaan," ujarnya.

Melainkan adanya peningkatan permintaan akibat pengebutan proyek-proyek pembangunan yang dilakukan pemerintah maupun swasta.

”Menjelang akhir tahun pekerjaan dari swasta dan pemerintah sedang ngebut. Kejar target," tuturnya.

Hal itu berdampak pada kebutuhan solar yang meningkat, sehingga dinilai wajar bila ada antrean.

”Kami yakinkan stok aman. Termasuk jelang pergantian tahun stok pertalite dan solar aman. Kami pendistribusian dari Semarang, Boyolali, dan di-backup dari Tuban," imbuhnya. (int/tos/lin)

Editor : Abdul Rochim
#stok bbm #solar #grobogan #blora