GROBOGAN– Meski matahari bersinar terik tanpa ampun, semangat Satgas TMMD ke-126 Kodim 0717/Grobogan dan warga Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, tetap membara.
Mereka bahu-membahu melanjutkan perehaban Musala Miftahul Huda, salah satu sasaran fisik program TMMD tahun ini.
Proyek rehabilitasi musala ini menjadi simbol nyata gotong royong antara TNI dan masyarakat.
Hari itu, pekerjaan difokuskan pada pemasangan blandar balok utama penyangga struktur atap.
Pekerjaan ini memerlukan ketelitian tinggi, sebab blandar menjadi fondasi penting kekokohan bangunan.
Menurut Serka Muhammad Rokhim, anggota Satgas TMMD yang turut terjun di lapangan, proses pemasangan blandar dilakukan bersama warga yang memiliki keahlian di bidang pertukangan.
“Kita kerjakan secara gotong royong supaya hasilnya rapi dan kokoh. Ini bukan sekadar bangun mushola, tapi juga membangun kebersamaan,” ujarnya.
Serka Rokhim menambahkan, rehabilitasi tempat ibadah ini bukan hanya memperindah tampilan bangunan, tetapi juga memperkuat nilai spiritual masyarakat.
“Musala ini jadi pusat kegiatan warga, tempat mempererat silaturahmi dan memperdalam keimanan,” katanya.
Sementara itu, Sunarto (43), warga Dusun Wadak, mengaku bangga melihat kekompakan antara warga dan anggota TNI.
“Panas terik bukan halangan. Satgas TMMD tetap semangat bekerja bersama kami. Kami pun ikut turun tangan, karena ini untuk kebaikan desa kita bersama,” ucapnya.
Kolaborasi ini tak hanya mempercepat pembangunan, tapi juga mempertebal hubungan emosional antara TNI dan masyarakat.
Nilai gotong royong yang tumbuh di Karangharjo menjadi bukti bahwa kemajuan desa bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang kekuatan kebersamaan dan kepedulian sosial. (int)
Editor : Syaiful Amri