GROBOGAN – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan sejak Selasa (21/10) lalu, menyebabkan banjir meluas di 21 desa yang tersebar di 11 kecamatan.
Ribuan rumah terendam, dua titik tanggul jebol, dan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan.
Banjir terparah terjadi di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, akibat luapan Sungai Serang. Air melimpas ke enam dusun. Meliputi Desa Cingkrong, Jangkung, Karangmanis, Tegalgiling, Tegal, dan Widuri.
Genangan air setinggi 20-40 sentimeter merendam permukiman padat penduduk dan membuat 1.708 warga terdampak.
Selain itu, 145 hektare lahan pertanian ikut tergenang.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Wahju Tri Darmawanto mengatakan, kondisi di Desa Cingkrong masih menjadi perhatian utama, karena air belum sepenuhnya surut hingga Kamis (23/10) siang.
”Ketinggian air memang relatif stabil, tapi masih menutup jalan dusun dan sebagian rumah warga. Kami sudah menyalurkan bantuan logistik serta mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan. Termasuk satu warga yang harus menjalani cuci darah di RSUD Purwodadi,” jelasnya.
Banjir mulai masuk ke perkampungan sejak Rabu malam sekitar pukul 21.00. Debit air meningkat cepat karena hujan di wilayah hulu Sungai Serang turun tanpa jeda.
Warga di beberapa titik dataran rendah, seperti Dusun Karangmanis, bahkan sempat mengungsi sementara ke rumah kerabat yang lebih tinggi.
Selain di Purwodadi, genangan juga terjadi di Kecamatan Penawangan, Toroh, dan Tegowanu.
Di Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu, air setinggi 20-70 sentimeter merendam 95 rumah, satu gereja, dan sekitar 80 hektare sawah.
Banjir di wilayah ini diperparah kiriman air dari hulu dan dampak jebolnya tanggul kanan Kali Klambu Besar (KB-1) di Desa Rowosari, Kecamatan Gubug.
Di Kecamatan Penawangan, 142 rumah warga di Desa Winong dan Toko juga masih tergenang akibat meluapnya Sungai Serang.
Di Desa Katong, Kecamatan Toroh, 79 rumah terdampak dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
Sementara itu, di Kecamatan Gubug, tanggul kanan KB-1 yang jebol di sebelah jembatan rel KA Rowosari sempat menghambat perjalanan kereta api.
Namun, Kemarin siang tadi jalur normal lagi, setelah dilakukan perbaikan darurat oleh BBWS Pemali Juana dan PT KAI.
Di lokasi lain, tanggul Sungai Jajar Baru di Desa Anggaswangi, Kecamatan Godong, yang jebol sepanjang 10 meter juga telah ditangani dan kini dalam proses perbaikan permanen.
Banjir juga menimbulkan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik. Jembatan di Dusun Goprak, Desa Juworo, Kecamatan Geyer, dilaporkan putus.
Sedangkan pohon tumbang di Desa Penganten, Kecamatan Klambu, sempat menutup akses jalan utama Purwodadi-Kudus sebelum dibersihkan oleh tim TRC BPBD.
BPBD Grobogan bersama TNI, Polri, dan relawan kini fokus pada penanganan pascabencana.
Upaya yang dilakukan meliputi perbaikan tanggul darurat, droping logistik dan air bersih, hingga pembersihan material banjir.
”Kami terus memantau debit air di Sungai Serang, Jajar, dan Klambu Besar. Cuaca masih berpotensi hujan deras di wilayah hulu. Jadi, warga diminta tetap waspada,” ujar Wahju.
Hingga kemarin sore, sebagian besar wilayah telah menunjukkan penurunan debit air, tapi genangan di Desa Cingkrong dan Mangunsari masih belum surut sepenuhnya.
Pemerintah daerah memastikan penanganan darurat terus dilakukan untuk mencegah dampak lanjutan jika hujan kembali turun. (int/lin)
Editor : Abdul Rochim