GROBOGAN – Di tengah kemarau panjang yang membuat tanah retak dan sawah mengering, harapan baru muncul bagi warga Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.
Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-126, Kodim 0717/Grobogan mulai membangun sumur gali yang diharapkan menjadi solusi permanen atas krisis air bersih yang selama ini membayangi para petani.
Di lokasi, tampak anggota Satgas TMMD bersama warga bergotong-royong menggali tanah di areal persawahan.
Meski terik matahari menyengat dan tanah di beberapa titik cukup keras, semangat mereka tak surut sedikit pun.
Setiap cangkul yang diayunkan mengandung harapan akan aliran air yang bisa menyelamatkan lahan dan kehidupan mereka.
Pasi Ter Kodim 0717/Grobogan Kapten Inf Moh Jumar mengatakan bahwa pembuatan sumur gali ini menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD kali ini.
“Selama ini warga Karangharjo sangat bergantung pada air sungai dan tampungan hujan yang tak menentu. Saat kemarau, mereka benar-benar kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu, kami jadikan pembangunan sumur ini sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Menurutnya, lokasi sumur telah melalui survei teknis agar berada di titik yang berpotensi memiliki sumber air yang stabil.
Sumur juga akan diperkuat dengan dinding buis beton bulat dan penutup, supaya aman dan tahan lama.
“Harapan kami, sumur ini tidak hanya bermanfaat saat TMMD berlangsung, tapi menjadi sumber kehidupan warga untuk jangka panjang,” tambahnya.
Di sisi lain, rasa syukur terpancar dari wajah para petani.
Edi (42), warga Dusun Krajan, mengaku selama ini desanya kerap mengalami kekeringan parah.
Sumur-sumur lama banyak yang mengering dan tidak lagi bisa digunakan.
“Kalau musim kemarau, kami sampai beli air untuk minum. Sekarang, dengan adanya bantuan sumur gali dari Bapak-Bapak TNI, kami bisa punya harapan lagi,” tuturnya.
Baginya, air dari sumur itu bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tapi simbol kehidupan baru bagi para petani.
“Air ini nanti buat semuanya — buat tanaman, buat ternak, dan buat keluarga kami. Terima kasih untuk TNI yang sudah peduli,” imbuhnya.
Kini, dari dalam tanah kering Karangharjo, mulai muncul sumber kehidupan yang akan mengalirkan kesejahteraan bagi warga desa.
Sebuah bukti nyata bahwa gotong-royong dan kepedulian dapat menghadirkan keajaiban, bahkan di tengah musim kemarau yang paling panjang sekalipu. (int)
Editor : Syaiful Amri