GROBOGAN- Suasana pagi di Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, tampak begitu hidup.
Warga beraktivitas seperti biasa, sementara para anggota Satgas TMMD ke-126 Reguler Kodim 0717/Grobogan mulai bersiap melanjutkan pekerjaan membuat jalan rabat beton yang menjadi harapan besar masyarakat setempat.
Di antara hiruk pikuk itu, momen sederhana tapi penuh makna terjadi.
Seorang perempuan paruh baya, Maryati, 58, warga desa setempat, tampak berjuang mendorong sepedanya yang sarat dengan pakan ternak sepulang dari sawah.
Langkahnya pelan, sesekali berhenti mengatur napas. Melihat pemandangan itu, seorang prajurit berseragam loreng segera menghampiri.
“Mari saya bantu, bu,” ujar Serda Catur, anggota Satgas TMMD, sambil tersenyum ramah. Tanpa ragu, ia memegang sepeda dan membantu Maryati melewati jalan yang masih belum sepenuhnya rata.
Bagi Serda Catur, membantu warga bukan sekadar tugas tambahan.
Ia mengaku momen seperti ini mengingatkannya pada sosok orang tua di rumah.
“Sebagai prajurit, saya wajib membantu rakyat. Apalagi melihat seorang wanita sepuh yang tetap semangat bekerja. Saat melihat Ibu Maryati tadi, saya langsung teringat ibu saya di rumah,” ungkapnya.
Kehangatan kecil di antara prajurit dan warga itu menggambarkan semangat kebersamaan yang menjadi ruh program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan manusia dengan manusia melestarikan nilai gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat desa.
Di Karangharjo, sinergi antara Satgas TMMD dan warga terasa begitu nyata.
Mereka bekerja bahu-membahu, tidak hanya untuk merampungkan pembangunan fisik, tetapi juga untuk menumbuhkan kepedulian sosial.
Momen Serda Catur dan Maryati menjadi bukti bahwa di balik seragam loreng dan proyek pembangunan, masih ada sisi kemanusiaan yang hangat tentang kasih, kepedulian, dan rasa hormat kepada orang tua. (int)
Editor : Syaiful Amri