GROBOGAN - SATRESKRIM Polres Grobogan masih melakukan penyelidikan atas kejadian meledaknya pengisian LPG di SPBE PT Puri Bakti Siwi Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, pada Senin (6/10) lalu.
Penyebab ledakan yang mengakibatkan letupan api dan mengakibatkan 11 pekerja mengalami luka bakar itu, belum diketahui pasti.
KBO Satreskrim Polres Grobogan Iptu Imam Siswanto menyampaikan, penyebab kejadian tersebut, Satreskrim Polres Grobogan akan melakukan penanganan lebih lanjut.
”Selanjutnya akan dilakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) tim Labfor (Laboratorium Forensik) Polda Jateng,” terangnya.
Dari kejadian tersebut, beberapa kamera CCTV di area ledakan SPBE Putat berlangsung cepat.
Di mana saat para pekerja sedang mengisi LPG 3 kilogram dengan belasan pekerja, tiba-tiba ada percikan api dari alat pengisian dan mengakibatkan ledakan.
Kemudian para pekerja terkena sambaran api. Kemudian para pekerja mengalamil luka bakar di tangan, wajah, dan kaki.
Setelah kejadian pada pukul 14.30 itu, 11 pekerja dilarikan ke RS Permata Utama di Jalan Ahmad Yani di Desa Putat, Purwodadi.
Dari 11 pekerja, enam korban dirawat jalan dan lima korban dirujuk ke RS Permata Bunda Purwodadi serta masih dirawat ruang ICU. Mereka mengalami luka bakar 30 persen.
Sementara itu, meski SPBE Puri Bakti di Desa Putat mengalami kebakaran, tapi tidak berpengaruh pada suplai LPG 3 kilogram di Kabupaten Grobogan.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan menyampaikan, peristiwa tersebut merupakan murni musibah.
Saat ini, penyebabnya masih dalam proses investigasi oleh tim internal maupun eksternal.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina segera mengalihkan pasokan LPG sebanyak 54 metric ton ke tiga SPBE terdekat.
Yakni dua di Kabupaten Grobogan dan satu di Kabupaten Demak.
Dengan pengalihan tersebut, distribusi LPG kepada masyarakat tetap berjalan normal tanpa hambatan.
”Kami pastikan pasokan aman. Masyarakat bisa membeli LPG di pangkalan resmi dengan harga sesuai HET (harga eceran tertinggi). Informasi pangkalan bisa dicek melalui situs subsidi.tepatlpg.mipertamina.id,” ungkapnya.
Taufiq menegaskan, standar keamanan di SPBE sudah diterapkan dengan ketat.
Termasuk pelatihan operator, sertifikasi, dan pengawasan rutin oleh tim safety serta security yang telah dilatih secara khusus.
”Semua operator sudah dilatih dan bersertifikat. Tapi yang namanya musibah, bisa terjadi kapan saja. Yang penting, layanan kepada masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.
Pertamina berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh setelah diketahui penyebab pasti insiden ini, guna meningkatkan standar keselamatan di seluruh SPBE di wilayah kerjanya. (mun/lin)
Editor : Abdul Rochim