GROBOGAN- Bayi perempuan yang ditemukan warga di bawah jembatan Desa Gabus, Kecamatan Gabus, kini menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. R. Soedjati Purwodadi.
Setelah sempat menjalani operasi pembersihan luka, kondisinya perlahan membaik dan berat badannya mengalami kenaikan.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Dr. R. Soedjati, Titik Wahyuningsih, mengungkapkan, bayi yang dibuang orang tuanya itu pertama kali dirujuk dari Puskesmas Gabus 1 dan tiba di IGD pada Sabtu (20/9) pukul 10.28 WIB.
“Saat masuk IGD, berat badan bayi 2.300 gram. Bayi dalam kondisi aktif dan menangis kuat, namun terdapat luka di dada, paha kanan, punggung kanan, dan leher kanan,” jelas Titik.
Bayi tersebut kemudian dipindahkan ke ruang Neonatal Intensive Care (Neoristi).
Pada Senin (22/9), tim medis melakukan tindakan debridement karena sejumlah luka sudah bernanah dan kotor.
Hasil pemeriksaan menunjukkan luka-luka cukup dalam sehingga diperlukan tindakan operasi.
“Setelah dikonsultasikan dengan dokter anak, bedah, dan anestesi, diputuskan operasi segera dilakukan. Karena ini menyangkut bayi terlantar, kami juga meminta izin dari pihak terkait, yakni Polsek Gabus, DP3AKB, dan Dinsos. Semuanya menyetujui demi kebaikan bayi,” terangnya.
Operasi kemudian dilaksanakan oleh tim dokter bedah pada Senin siang.
Proses berjalan lancar, luka di punggung, paha, dan tali pusat berhasil dibersihkan dan dijahit.
“Pascaoperasi, kondisi bayi stabil, aktif, bisa minum susu, dan luka-lukanya dalam tahap penyembuhan. Berat badan bayi kini naik menjadi 2.740 gram,” imbuh Titik.
Dari kondisi tali pusat yang sudah kering, pihaknya memperkirakan usia bayi sekitar lima hingga tujuh hari.
"Untuk biaya perawatan dan operasi, pihak rumah sakit menggunakan dana bantuan sosial," imbuhnya. (int/amr)
Editor : Syaiful Amri