GROBOGAN – Dari enam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Grobogan baru enam yang berkewajiban setor deviden ke rekening kas umum daerah (RKUD) Tahun 2025.
Padahal semua BUMD tersebut sudah mendapatkan keuntungan.
Lima BUMD yang sudah setor deviden tahun 2025 atas kinerja tahun 2024 adalah PT BPR BKK Purwodadi (Perseroda) sebesar Rp 12,7 miliar, PT BPR Bank Purwa Artha (Perseroda) Rp 1,1 miliar, PT Jamkrida Jateng (Perseroda) Rp 364,4 juta, Perumda Purwa Aksara sebesar Rp 124,2 juta dan Bank Jateng Cabang Purwodadi Rp 20,3 miliar.
Total deviden tahun 2024 yang disetorkan ke APBD Grobogan sebesar Rp 34,6 miliar.
Kabag Perekonomian Grobogan Agus Budi Karyanto mengatakan, ada enam BUMD di Kabupaten Grobogan.
Yakni PT BPR BKK Purwodadi (Perseroda), PT BPR Bank Purwa Artha (Perseroda), PT Jamkrida Jateng, Perumda Purwa Aksara, Bank Jateng Cabang Purwodadi dan Perumdam PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan.
”Dari enam BUMD ini yang sudah setorkan deviden BUMD yang disetorkan ke Pemkab ada tahun 2025 atas laba tahun 2024 dari hasl pembahasan perubahan APBD Tahun 2025. Satu BUMD PDAM Grobogan belum setor deviden karena terbentur ketentuan pelanggan harus 30 persen jumlah penduduk. Baru bisa setor deviden,” kata Agus Budi Karyanto yang akrab disapa Agus Beka.
Meski belum setor deviden, Perumda PDAM Tirta Dharma Grobogan pada tahun 2024 lalu dari hasil laporan keuangan sudah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 1,6 miliar.
Sedangkan untuk pelanggan sampai sekarang sudah capai 33 ribu pelanggan dari 1,5 penduduk Kabupaten Grobogan.
”Untuk deviden yang disetorkan BUMD sudah sesuai target yang direncanakan,” ujarnya.
Humas PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan Eko Supriyanto mengatakan, hasil perolehan keuntungan PDAM selama tahun 2024 sebesar Rp 1,6 miliar ada peningkatan dibandingkan tahun 2023 mendapatkan keuntungan laba sebesar Rp 1,5 miliar.
Keuntungan tersebut meningkat dibandingkan tahun 2022 lalu sebesar Rp 500 juta.
”Peningkatan keuntungan ini karena berkat pembenahan management yang baik di PDAM,” kata Eko Supriyanto.
Menurutnya keuntungan yang didapatkan karena beberapa pembenahan di management. Diantaranya ada efisiensi perusahaan, pengurangan kerugian melalui kebocoran NRW, penambahan seribu pelanggan pada program MBR dan penyesuaian tarif pelanggan.
Keuntungan yang didapat PDAM Grobogan ini untuk menutup kerugian pada tahun-tahun sebelumnya.
Untuk memberikan sumbangsih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Grobogan pelanggan PDAM sudah mencapai 36.188 pelanggan.
Salah satu inovasinya dengan membentuk tim reaksi cepat (TRC) untuk melayani keluhan pelanggan.
Sejak dilantik menjadi Direktur PDAM Grobogan tahun 2021, bisa menyetor laba sebesar Rp 477,4 juta kepada Pemkab Grobogan tahun 2022.
Sedangkan tahun 2023 mendapatkan keuntungan Rp 1,5 miliar dan tahun 2024 mendapatkan keuntungan Rp 1,6 miliar. (mun/amr)
Editor : Syaiful Amri