GROBOGAN– Jembatan yang berada di Dusun Kedungwungu, Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, kembali menjadi perhatian publik.
Jembatan yang terletak di ruas Jalan Danyang-Banjarsari itu nyaris roboh akibat kerusakan yang terus memburuk sejak beberapa waktu terakhir.
Jembatan tersebut memiliki panjang 60 meter dan lebar 4 meter.
Baca Juga: Kembangkan Koro Pedang untuk Dukung Ketahanan Pangan di
Berdasarkan pantauan di lapangan, bagian penyangga jembatan mengalami retakan dan amblas yang menyebabkan badan jembatan melengkung secara signifikan.
Kondisi ini membahayakan pengguna jalan, terutama saat kendaraan berat melintas.
Meski telah dipasang rambu peringatan mengenai batas maksimal beban kendaraan, yakni 4 ton, masih banyak truk bermuatan lebih yang tetap nekat melintasi jembatan.
Baca Juga: 3 Unit CCTV di Setda Rusak, Akibat Konektor dan Kabel Tidak Ada Bukti Signifikan
Hal ini dikeluhkan warga yang setiap hari melewati jalur tersebut.
“Sudah dipasang larangan tapi truk bermuatan lebih 4 ton masih nekat melintas. Kalau pas lewat, jembatan bergoyang. Lewatnya pun harus bergantian dan hati-hati. Kalau sampai roboh, warga harus memutar sangat jauh,” ujar Fitri, salah satu warga yang kerap melintasi jembatan tersebut, Selasa (11/6).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Grobogan, Een Endarto, membenarkan kondisi tersebut.
Baca Juga: Komisi C Dukung Kemudahan Investasi Pembuatan Sungai Baru di Grobogan
Ia menyebutkan, tim dari Dinas PUPR telah melakukan pengecekan dan survei lapangan beberapa waktu lalu.
“Hasil survei menunjukkan bahwa di sepanjang jalur Danyang-Banjarsari terdapat 20 jembatan. Hanya satu jembatan yang memenuhi standar. Dua jembatan perlu pelebaran, dan 17 lainnya, termasuk jembatan Panunggalan, membutuhkan penggantian,” jelas Een.
Menurut Een, perbaikan terhadap jembatan Panunggalan telah masuk dalam rencana anggaran tahun ini dengan pagu sebesar Rp 3,5 miliar.
Baca Juga: E-Ijazah Mulai Diterapkan pada Tahun Ajaran Baru Begini Penjelasannya
Anggaran tersebut direncanakan digunakan untuk memperbaiki abutmen timur dan barat, serta perbaikan pilar barat dan penguatan pilar lain yang mengalami penurunan sepanjang 12 meter dan lebar 4 meter.
“Saat ini perbaikannya masih dalam proses lelang. Jumlah dana pasti yang digunakan akan menyesuaikan hasil lelang nantinya,” tambahnya.
Dengan perbaikan tersebut, diharapkan akses jalan Danyang-Banjarsari yang menjadi penghubung vital antar kecamatan dapat kembali normal dan aman dilalui, terutama bagi kendaraan logistik dan masyarakat sekitar. (int)
Baca Juga: MIRIS! Ngaku Guru SMP malah Cabuli Anak-anak Korban Merasa Sakit saat Buang Air Kecil
Editor : Abdul Rochim