GROBOGAN – Hasil produksi panen jagung di Kabupaten Grobogan bisa memproduksi 800 ribu ton jagung setiap tahun.
Dengan produksi jagung tersebut bisa menjadi simbol keberhasilan Grobogan dalam mempertahankan predikat sebagai lumbung pangan Provinsi Jawa Tengah, sekaligus penghasil jagung terbesar di Indonesia.
”Angka ini menempatkan Grobogan di posisi teratas secara nasional dalam hal produksi komoditas jagung. Ini merupakan prestasi besar yang patut kita syukuri. Namun demikian, capaian ini juga menjadi tantangan bagi kita semua untuk terus mempertahankan dan meningkatkannya,” kata Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo di hadapan para petani dan tamu undangan saat panen bersama jagung di Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari.
Sugeng Prasetyo juga mengapresiasi sinergi lintas sektor yang telah mendukung sektor pertanian, khususnya jajaran Polres Grobogan.
Kehadiran aparat kepolisian dalam mendukung program pertanian tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga memberi dorongan moral dan semangat kepada para petani.
Dimana ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama.
”Kerja sama yang harmonis antara pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, akademisi, dunia usaha, dan para petani harus terus kita jaga,” ujarnya.
Kegiatan panen raya ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada dan kemandirian pangan yang berkelanjutan.
”Pemerintah Kabupaten Grobogan menekankan pentingnya inovasi, peningkatan produktivitas, dan jaminan kualitas hasil pertanian sebagai kunci keberhasilan,” terang dia.
Semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa Grobogan siap menghadapi tantangan masa depan sebagai daerah yang tangguh dalam sektor pertanian. (mun/amr)
Editor : Syaiful Amri